FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Puskesmas Pagerungan bekerja sama dengan SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia (KEI) Ltd meluncurkan program percepatan penanganan tengkes (stunting) di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.
Program ini menyasar 20 anak balita yang teridentifikasi mengalami tengkes. Selama 120 hari pendampingan intensif, mereka akan mendapatkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi serta pemantauan kesehatan secara berkala.
Menurut Yuliani, Bidan Koordinator Puskesmas Pagerungan Besar sekaligus pendamping tengkes, program ini melibatkan 20 kader posyandu, didukung satu bidan puskesmas serta seorang penanggung jawab gizi.
“Setiap hari anak-anak akan menerima makanan tambahan dari kader posyandu terlatih. Sementara kegiatan posyandu rutin digelar setiap minggu untuk memantau berat badan, tinggi badan, dan status gizi mereka,” jelasnya, Minggu (31/8/2025).
Yuliani juga menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas-KEI atas kepeduliannya dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan.
“Dukungan ini sangat berarti. Harapan kami, anak-anak bisa tumbuh sehat, bergizi baik, dan bermanfaat bagi masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Humas KEI, Kampoi Naibaho, menegaskan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pemulihan anak yang sudah mengalami tengkes, tetapi juga menekankan aspek pencegahan.
“Pencegahan sama pentingnya dengan penanganan. Karena itu, kader posyandu diharapkan terus aktif agar kasus tengkes bisa ditekan sejak dini,” ujarnya.
Dengan kolaborasi lintas sektor ini, program percepatan penanganan tengkes di Pagerungan Besar diharapkan mampu meningkatkan kesehatan anak, menurunkan angka stunting di Kabupaten Sumenep, sekaligus mendukung pencapaian target nasional.








