BANGKALAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan terus mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat sekaligus memperkuat fungsi Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat desa.
Upaya tersebut dilakukan melalui Kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) bertema “Posyandu Aktif” yang digelar di Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan, Rabu (7/10/2026).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, dr. Nunuk Kristiani, Sp.Rad, mengatakan Posyandu kini memiliki peran yang semakin luas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurutnya, Posyandu tidak hanya diperuntukkan bagi ibu dan anak, tetapi telah berkembang menjadi fasilitas pelayanan kesehatan yang menyasar seluruh kelompok usia.
“Posyandu memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat untuk semua kelompok usia,” ujarnya.
Selain memberikan pelayanan kesehatan dasar, Posyandu juga berfungsi sebagai sarana deteksi dini. Melalui pemantauan rutin, kondisi kesehatan masyarakat dapat diketahui lebih awal, termasuk pertumbuhan dan perkembangan anak serta potensi risiko stunting.
Masyarakat Diminta Biasakan Hidup Sehat
Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan, Lutfiyana Lukman Hakim, mengajak masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat melalui aktivitas sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Ia mendorong warga untuk lebih aktif bergerak setidaknya 30 menit setiap pagi. Selain aktivitas fisik, masyarakat juga diminta memperhatikan pola makan dengan memperbanyak konsumsi sayuran.
Pemanfaatan lahan di sekitar rumah juga dinilai dapat mendukung penerapan pola hidup sehat. Warga dapat menggunakan pekarangan untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan yang bisa dikonsumsi oleh keluarga.
Menurut Lutfiyana, kebiasaan sederhana tersebut apabila dilakukan secara konsisten dapat membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Posyandu Bertransformasi Layani Masyarakat
Lutfiyana juga mengingatkan masyarakat agar tidak melewatkan pemeriksaan kesehatan di Posyandu yang dilaksanakan secara rutin setiap bulan.
Ia menegaskan, fungsi Posyandu saat ini telah berkembang. Posyandu tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi telah bertransformasi menjadi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang mencakup berbagai aspek pelayanan dasar masyarakat.
Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi penting agar berbagai layanan yang tersedia di Posyandu dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kader Posyandu Diminta Aktif Jemput Bola
Dalam kegiatan tersebut, Lutfiyana juga memberikan motivasi kepada para kader Posyandu. Ia menilai kader memiliki posisi strategis dalam memastikan pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
Para kader bersama petugas Puskesmas didorong untuk terus aktif menjangkau warga, termasuk melakukan kunjungan dari rumah ke rumah.
Langkah tersebut diperlukan agar masyarakat yang memiliki keterbatasan akses atau belum datang ke Posyandu tetap mendapatkan pemeriksaan kesehatan.
“Jangan sampai ada warga yang terlewat dari pemeriksaan,” menjadi salah satu perhatian dalam penguatan pelayanan Posyandu di tingkat masyarakat.
13 Anak Stunting Terima Bantuan
Sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan stunting, Ketua TP PKK Kabupaten Bangkalan juga menyerahkan bantuan berupa susu dan telur kepada 13 anak yang mengalami stunting di Kecamatan Tragah.
Pemberian bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan gizi anak sekaligus upaya mendorong percepatan penanganan stunting di Kabupaten Bangkalan.
Melalui penguatan Posyandu, edukasi pola hidup sehat, serta perhatian terhadap pemenuhan gizi anak, Pemkab Bangkalan berharap kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dapat terus meningkat.















