FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Sumenep tahun 2025 resmi digelar di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Minggu (7/12/2025). Kegiatan berlangsung khidmat dengan tema “Satu Fikrah, Satu Harakah”, yang menegaskan pentingnya kesatuan langkah dan pemikiran dalam membangun umat.
Acara ini dihadiri Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, SH., MH, jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), tokoh PWNU Jawa Timur, unsur Forkopimda, para masyayikh, serta tokoh masyarakat Sumenep.
Wabup KH Imam Hasyim menanggapi data kemiskinan yang sebelumnya disampaikan Kiai Pandji. Ia menegaskan bahwa data yang dirujuk merupakan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, bukan data terbaru yang akan menjadi tolak ukur evaluasi kinerja pemerintah daerah.
“Pembaruan data perkembangan kesejahteraan masyarakat akan terlihat pada periode 2026 hingga 2028, Kita lihat nanti,” ujar Wabup saat menyampaikan sambutan di hadapan peserta Konfercab.
KH Imam Hasyim menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep tetap berkomitmen bekerja berdasarkan data yang akurat dan terbaru.
Ia juga menegaskan keterbukaan pemerintah terhadap masukan publik, terutama kritik yang bersifat membangun.
“Kami sangat terbuka terhadap kritik. Kami justru membutuhkan kritik-kritik yang konstruktif, bukan kritik yang bersifat destruktif,” tegasnya.
Konfercab NU Sumenep 2025 diharapkan menjadi momentum memperkuat konsolidasi dan meningkatkan peran NU dalam menjawab tantangan kemasyarakatan serta memperkuat hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.














