FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru menghadapi era pendidikan digital, Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Dungkek sukses menggelar Workshop Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Buatan (AI). Kegiatan ini diikuti oleh para guru kelas V dan VI SD se-Kecamatan Dungkek dan berlangsung selama dua hari, pada 27–28 Oktober 2025 di SDN Romben Rana, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.
Ketua KKG Gugus 2 Kecamatan Dungkek, Novan Wahyudi, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah strategis KKG dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka sekaligus memperkuat literasi digital, berpikir komputasional, dan kemampuan adaptasi guru terhadap teknologi berbasis AI (Artificial Intelligence).
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun komunitas belajar digital antar guru agar dapat saling berbagi praktik baik dalam penggunaan teknologi pembelajaran. Harapannya, guru-guru Dungkek bisa menjadi pelopor pendidikan digital di Kabupaten Sumenep,” ujar Novan.
Workshop ini dibuka secara resmi oleh Buhari, Kasi Kurikulum dan Penilaian SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, yang memberikan apresiasi tinggi atas semangat guru dalam bertransformasi digital. Ia menegaskan bahwa pembelajaran koding dan kecerdasan buatan bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan masa depan pendidikan.
“KKG Dungkek telah menunjukkan langkah maju. Melalui pelatihan ini, guru dapat membekali siswa agar siap menghadapi dunia yang semakin digital dan penuh tantangan,” kata Buhari. Ia berharap hasil pelatihan benar-benar diterapkan dalam kegiatan belajar di sekolah.
Senada dengan itu, Imam Dainuri, Pengawas Sekolah Kecamatan Dungkek, menambahkan bahwa guru berperan penting dalam membimbing siswa agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta teknologi.
“Anak-anak kita harus diajak memahami cara kerja teknologi, bukan hanya memakainya. Pembelajaran koding dan AI adalah langkah awal untuk mencapai tujuan tersebut,” tuturnya.
Workshop ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang literasi digital, salah satunya Qinan Tha, praktisi dan fasilitator pembelajaran digital. Dalam sesinya, Qinan menjelaskan bahwa koding dapat diajarkan melalui pendekatan sederhana dan menyenangkan, seperti permainan logika atau proyek kreatif.
“Koding bukan sekadar menulis program, tapi melatih pola pikir logis dan sistematis. Sedangkan AI, bila digunakan dengan bijak, bisa menjadi mitra guru dalam menciptakan pembelajaran efektif,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa AI bukan pengganti guru, melainkan alat bantu yang memperkuat peran guru di kelas.
Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh sesi, mulai dari teori hingga praktik langsung penggunaan aplikasi pembelajaran digital dan simulasi koding dasar.
Salah satu peserta, Evi Ludiana dari SDN Dungkek, mengaku mendapat banyak wawasan baru.
“Belajar koding ternyata menyenangkan dan mudah dipahami. Kegiatan ini membuat saya lebih semangat menerapkan teknologi di kelas,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Melalui kegiatan ini, KKG Kecamatan Dungkek menunjukkan komitmen kuat untuk mendorong transformasi digital di sekolah dasar. Workshop ini diharapkan menjadi awal dari gerakan pembelajaran berbasis teknologi yang menyenangkan, kreatif, dan bermakna bagi siswa.














