SUMENEP – Kekeringan membuat warga Dusun Marang, Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, harus mengantre untuk mendapatkan air bersih.
Pada Senin (21/9/2026), warga datang membawa galon, ember, hingga jeriken untuk menampung air bantuan. Bagi mereka, mendapatkan pasokan air menjadi kebutuhan utama di tengah kondisi sumber air yang mulai sulit digunakan.
Sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga mengalami penurunan debit. Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mencari pasokan dari tempat lain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Sebanyak 40 kepala keluarga di Dusun Marang RT 04 RW 09 kemudian menerima bantuan 12.000 liter air bersih dari Polresta Sumenep. Petugas mengangkut air menggunakan dua truk tangki untuk selanjutnya dibagikan kepada warga terdampak kekeringan.
Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu memantau langsung proses penyaluran bantuan tersebut. Satu per satu galon, ember, dan jeriken milik warga diisi air bersih.
Bantuan tersebut menjadi tambahan pasokan bagi warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan air rumah tangga akibat berkurangnya sumber air di sekitar permukiman.
Ariek mengatakan penyaluran air bersih merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang menghadapi kesulitan selama musim kemarau.
“Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, kami berupaya hadir membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau,” kata Ariek di Sumenep.
Selain menyalurkan air, Ariek berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi yang mereka hadapi. Ia juga memastikan bantuan air bersih dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Kondisi kekeringan tersebut membuat warga harus mengatur penggunaan air secara lebih ketat. Pasokan bantuan menjadi penting untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari selama sumber air di wilayah permukiman belum mencukupi.














