BANDUNG — Sejumlah mahasiswa dan kelompok masyarakat menggelar demonstrasi di kawasan Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (20/10/2026). Massa menyampaikan tuntutan terkait penguasaan tanah, pemutusan hubungan kerja (PHK), upah, harga kebutuhan pokok, dan kebijakan ekonomi.
Perwakilan massa, Anisa, mengatakan mereka mendesak penghentian monopoli serta perampasan tanah rakyat yang dinilai berkedok ketahanan pangan dan transisi energi. Massa juga meminta pembatalan Agreement on Reciprocal Trade (ART), penghentian PHK, serta penolakan terhadap kebijakan yang dinilai mendorong upah murah.
Peserta aksi berasal dari sejumlah kelompok, termasuk mahasiswa UPI, Unpad, ITB, dan gerakan Dago Elos Melawan. Mereka turut menyuarakan tuntutan mengenai pembangunan industri nasional, reforma agraria, serta penggunaan anggaran negara agar lebih tepat sasaran.
Polisi berjaga di sekitar lokasi demonstrasi. Arus lalu lintas menuju Jalan Asia Afrika dialihkan melalui Jalan Sunda hingga Jalan Lengkong Besar untuk menyesuaikan kondisi di lapangan.
Massa merencanakan pergerakan ke sejumlah titik lain di Kota Bandung dan menyampaikan aspirasi hingga sore hari.
Tuntutan yang disampaikan dalam aksi tersebut mencerminkan sejumlah persoalan yang menjadi perhatian kelompok masyarakat. Tindak lanjutnya bergantung pada respons pemerintah dan pihak terkait terhadap masing-masing tuntutan.










