BP3MI Pamekasan Imbau Pencari Kerja di Sumenep Selektif Pilih Lowongan Kerja Luar Negeri

Koordinator BP3MI Pamekasan, Rendra Irfan Kurnianto, menyampaikan pentingnya selektif memilih lowongan kerja luar negeri pada Job Fair Sumenep 2025
Koordinator BP3MI Pamekasan, Rendra Irfan Kurnianto, saat memberikan sosialisasi peluang kerja luar negeri resmi pada Job Fair Sumenep 2025

SUMENEP – Koordinator Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Pamekasan, Rendra Irfan Kurnianto, menegaskan pentingnya kehati-hatian bagi para pencari kerja, khususnya calon tenaga kerja migran, dalam memilih tawaran kerja di luar negeri.

Menurutnya, di era digital informasi lowongan kerja memang sangat mudah diakses masyarakat. Namun, Rendra mengingatkan agar setiap tawaran selalu dicek legalitasnya melalui instansi pemerintah terkait, sehingga para calon pekerja tidak tertipu oleh perusahaan abal-abal.

“Jangan asal percaya dengan tawaran kerja. Pastikan dulu legalitas dan kompetensinya ke instansi pemerintah agar aman dan sesuai aturan,” ujarnya saat menghadiri Job Fair Sumenep 2025 di Gedung KORPRI, Rabu (17/9/2025).

Dalam acara tersebut, BP3MI Pamekasan ikut berpartisipasi dengan tujuan menyosialisasikan program penempatan tenaga kerja luar negeri resmi melalui skema Government to Government (GTG). Saat ini, terdapat tiga negara tujuan utama bagi calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI), yaitu Jerman, Jepang, dan Korea.

Untuk penempatan kerja di Jerman dan Jepang, peluang besar tersedia di sektor tenaga medis, terutama perawat. Sementara di Korea, tenaga kerja dibutuhkan dalam industri manufaktur dan beragam sektor lainnya.

“Total ada sekitar 4.000 tenaga kerja Indonesia yang dibutuhkan di tiga negara tersebut. Proses pendaftaran resmi akan diumumkan lebih lanjut dalam waktu dekat,” tambahnya.

Rendra berharap para pencari kerja di Kabupaten Sumenep tidak ragu bekerja ke luar negeri, asalkan melalui jalur resmi pemerintah. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak tergoda dengan bujukan kerja ilegal yang berisiko tinggi.

“Kalau resmi, semua sudah terlindungi. Mulai dari program asuransi, penawaran take over, hingga pengawasan langsung oleh kedutaan besar di negara tujuan. Jadi, pastikan berangkat legal agar aman dan terlindungi,” pungkasnya.

Ikuti Kami Juga Google Berita