Korban Kebakaran Bromo Luka Bakar 49 Persen, Masih Dirawat Intensif di Surabaya

Avatar of Ahmad Syafiih
Evakuasi korban kebakaran Bromo yang mengalami luka bakar dan dirawat di Surabaya
Proses evakuasi korban saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Kamis (15/10/2026). (Foto: Dok. BPBD Jawa Timur)

SURABAYA — Suraji, 44 tahun, salah satu korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya. Korban mengalami luka bakar sekitar 49 persen dari luas tubuhnya dan membutuhkan bantuan alat pernapasan.

Informasi tersebut disampaikan melalui laporan JPNN Jatim pada Rabu (21/10/2026). Staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr. Soetomo, Adin Niken Primasari, menyampaikan kondisi luka bakar yang dialami Suraji.

Kerjasama Media

Suraji merupakan salah satu dari enam orang yang menjadi korban ketika membantu memadamkan kebakaran di kawasan TNBTS pada 15 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan Suraji masih menjalani perawatan.

Kondisi korban menjadi perhatian karena luka bakar yang dialami cukup luas dan memerlukan penanganan medis intensif.

Penanganan korban dan risiko karhutla

Kebakaran hutan dan lahan di kawasan pegunungan memiliki risiko tinggi bagi petugas maupun sukarelawan yang terlibat dalam pemadaman. Perubahan kondisi api, arah angin, medan terjal, dan keterbatasan akses dapat mempersulit penanganan di lapangan.

Insiden yang menimpa para korban menunjukkan pentingnya prosedur keselamatan dalam operasi pemadaman. Petugas dan sukarelawan membutuhkan perlengkapan pelindung, koordinasi yang baik, serta pemantauan kondisi api untuk mengurangi risiko cedera.

Kawasan TNBTS merupakan kawasan konservasi yang memiliki fungsi ekologis penting. Kebakaran di wilayah tersebut tidak hanya mengancam keselamatan manusia, tetapi juga dapat merusak vegetasi dan habitat satwa.

Perkembangan kondisi korban masih ditunggu

Hingga laporan ini disusun, informasi yang tersedia menyebut Suraji masih menjalani perawatan intensif. Belum ada keterangan tambahan yang dapat memastikan perkembangan kondisi terbarunya setelah laporan tersebut diterbitkan.

Perkembangan medis selanjutnya perlu merujuk pada keterangan resmi rumah sakit atau pihak berwenang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *