SUMENEP — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Giligenting menjadi tempat berlangsungnya pengobatan gratis medis dan non medis menjelang Pelantikan MWCNU Giligenting Masa Khidmat 2025–2030 pada Sabtu, 05 September 2026 di Kantor MWCNU Giligenting.
Kegiatan tersebut menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut pelantikan kepengurusan MWCNU Giligenting.
Pengobatan gratis tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan tanpa biaya. Kehadiran layanan medis dan nonmedis juga membuat rangkaian kegiatan pelantikan tidak hanya berfokus pada agenda organisasi, tetapi bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Ketua Panitia Pelantikan MWCNU Giligenting, Rodi Hartono, mengatakan pengobatan gratis dipilih karena kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan perhatian nyata.
Baca juga: Muhamad Gumelar Fawaz Pimpin Sementara KAMMI Lombok Barat, Fokus Konsolidasi dan Persiapan Musda
Menurut Rodi, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi MWCNU untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga.
“Kami sengaja membawa kegiatan ini lebih dekat kepada masyarakat. Kami ingin warga tidak hanya datang ketika ada pengajian atau acara keorganisasian, tetapi juga merasakan bahwa kantor MWCNU terbuka untuk mereka. Pengobatan gratis ini adalah salah satu bentuk keterbukaan itu,” kata Rodi.
Ia mengatakan keberadaan organisasi di tengah masyarakat perlu disertai dengan kemauan untuk mendengar berbagai kebutuhan warga. Menurutnya, hubungan antara organisasi dan masyarakat tidak seharusnya hanya berlangsung dalam momentum tertentu.
“Kami ingin mendengar masyarakat secara langsung. Apa yang mereka butuhkan, apa yang menjadi persoalan mereka, dan di mana MWCNU bisa ikut mengambil peran. Jangan sampai organisasi hanya sibuk dengan urusan internal, sementara persoalan masyarakat berjalan di luar sana,” ujarnya.
Baca juga: Bupati Sumenep Dorong Musda LDII Lahirkan Pengurus Visioner untuk Dukung Pembangunan Daerah
Rodi menilai kegiatan tersebut memang belum menjawab seluruh persoalan masyarakat. Namun, ia memandang langkah konkret perlu dimulai dari kegiatan yang dapat dilaksanakan dan dirasakan manfaatnya.
“Kami sadar kegiatan ini masih sederhana. Namun, sesuatu yang besar selalu dimulai dari langkah kecil. Yang penting ada keberanian untuk memulai, ada kemauan untuk membuka diri, dan ada komitmen untuk terus bergerak bersama masyarakat,” tutur Rodi Hartono.
Sementara itu, Mandataris Ketua Tanfidziyah MWCNU Giligenting, KH Yahya, menyampaikan bahwa kegiatan sosial seperti pengobatan gratis memiliki tempat penting dalam perjalanan khidmah Nahdlatul Ulama di tengah masyarakat.
Menurut KH Yahya, keberadaan MWCNU harus mampu membangun hubungan yang tidak berjarak dengan masyarakat. Organisasi perlu hadir melalui berbagai bentuk pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Baca juga: Pelantikan Anggota DPRD Sumenep 2024-2029: Sinergi Eksekutif dan Legislatif Demi Kemajuan Daerah
“Kita ingin MWCNU hadir di tengah masyarakat dan manfaatnya dapat dirasakan. Pengobatan gratis ini merupakan salah satu ikhtiar untuk mendekatkan organisasi dengan warga,” ujar KH Yahya.
Ia berharap momentum Pelantikan MWCNU Giligenting Masa Khidmat 2025–2030 tidak hanya menjadi penanda dimulainya masa kepengurusan baru, tetapi juga menjadi titik awal penguatan gerakan khidmah di berbagai bidang.
Menurutnya, amanah kepengurusan harus diterjemahkan dalam kerja yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, semangat kebersamaan dan pelayanan perlu menjadi bagian dari perjalanan MWCNU Giligenting selama masa khidmat mendatang.
Pengobatan gratis medis dan nonmedis tersebut sekaligus memberikan warna berbeda dalam rangkaian menjelang pelantikan. Di tengah agenda organisasi yang identik dengan prosesi pengukuhan kepengurusan, kegiatan pelayanan kepada masyarakat menghadirkan dimensi sosial yang lebih konkret.
Baca juga: Lima Calon Jemaah Haji Kloter 20 Kota Serang Gagal Berangkat karena Kondisi Kesehatan
Kegiatan itu juga menjadi ruang perjumpaan antara pengurus MWCNU, panitia, dan masyarakat. Interaksi tersebut membuka peluang bagi organisasi untuk memperoleh gambaran lebih dekat mengenai kebutuhan warga sekaligus memperkuat hubungan sosial di tingkat lokal.
Bagi MWCNU Giligenting, momentum pelantikan kepengurusan baru menjadi kesempatan untuk memperluas ruang pengabdian. Tantangannya bukan hanya memastikan organisasi berjalan secara administratif, tetapi juga bagaimana keberadaannya dapat memiliki relevansi dengan kehidupan masyarakat.
Pengobatan gratis menjadi salah satu langkah awal dalam arah tersebut. Pelayanan medis dan nonmedis yang diberikan menunjukkan bahwa ruang khidmah dapat hadir dalam berbagai bentuk, termasuk melalui kepedulian terhadap kebutuhan kesehatan masyarakat.
Dengan semangat Masa Khidmat 2025–2030, MWCNU Giligenting diharapkan mampu mengembangkan berbagai program yang lebih terbuka, responsif, dan dekat dengan masyarakat. Sebab, keberhasilan sebuah organisasi pada akhirnya tidak hanya diukur dari seberapa baik ia menjalankan agenda internal, tetapi juga dari seberapa jauh kehadirannya memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.
Baca juga: MWCNU Kota Sumenep Matangkan Konferensi Lewat Pra Konferensi
Menjelang pelantikan, pengobatan gratis di Kantor MWCNU Giligenting pun menjadi pesan tersendiri: khidmah tidak harus menunggu jabatan dimulai; ia dapat dimulai dari keberanian untuk hadir dan melayani masyarakat.
















