SUMENEP – Kebakaran hebat melanda Desa Payudan Dundang, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Sabtu (11/7/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan tiga rumah warga beserta satu kandang sapi dengan total kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp150 juta.
Kapolsek Guluk-Guluk, Iptu Arief Wardoyo, menjelaskan rumah dan kandang sapi yang terdampak merupakan milik H. Abd. Halim, H. Addus Salam, dan Ismail. Kobaran api menghanguskan seluruh bangunan sehingga menyebabkan kerusakan berat.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta,” ujar Iptu Arief.
Warga pertama kali melihat kobaran api lalu segera menghubungi Polsek Guluk-Guluk. Setelah menerima laporan, personel kepolisian langsung bergerak menuju lokasi bersama anggota Koramil Guluk-Guluk, aparat Desa Payudan Dundang, petugas pemadam kebakaran, serta tim pemadam dari TNI AD.
Petugas dan warga bekerja sama memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi. Berkat respons cepat tersebut, mereka berhasil mengendalikan kobaran api dalam waktu singkat sehingga kebakaran tidak meluas.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari pembakaran sampah yang bercampur dengan kotoran sapi. Percikan api kemudian menyambar kandang sapi sebelum menjalar ke dapur rumah warga yang sebagian besar menggunakan material bambu. Kondisi tersebut membuat api dengan cepat membesar dan menghanguskan bangunan di sekitarnya.
Kapolsek Guluk-Guluk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah maupun limbah, terutama selama musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.
Ia meminta warga memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran. Langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran yang dapat mengancam keselamatan warga sekaligus menimbulkan kerugian material yang besar.














