SUMENEP – MTsN 2 Sumenep memulai kegiatan Reviu dan Penyusunan Kurikulum Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan zaman.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 Juli 2026, mengangkat tema “Penjaga Makna, Penanam Nilai, dan Penggerak Transformasi Belajar pada Era Disrupsi”. Seluruh dewan guru, komite madrasah, pengawas pendidikan, serta jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep mengikuti agenda tersebut.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sumenep, Abdul Wasid, hadir bersama Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Edy Hariyanto, untuk memberikan arahan sekaligus memperkuat komitmen peningkatan kualitas pendidikan madrasah.
Baca juga: KKG Dungkek Gelar Workshop Koding dan AI: Wujudkan Guru Melek Teknologi di Era Digital
Kepala MTsN 2 Sumenep, Hairuddin, menegaskan bahwa kegiatan reviu kurikulum tidak hanya berfokus pada penyusunan dokumen administratif, tetapi menjadi momentum untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan proses pembelajaran di madrasah.
“Reviu kurikulum bukan sekadar penyusunan dokumen, melainkan sarana evaluasi, perbaikan, dan penguatan sinergi dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah,” ujar Hairuddin, Jumat (10/7/2026).
Menurutnya, penyusunan kurikulum harus mampu menghasilkan perubahan nyata dalam kualitas pembelajaran sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih efektif, relevan, dan sesuai dengan tantangan masa depan.
Baca juga: MI Annibros 1 Giligenting Gelar Yudisium dan Pelepasan Siswa, 16 Peserta Didik Lulus Tahun Ajaran 2025/2026
Dalam arahannya, Abdul Wasid mengajak seluruh civitas akademika MTsN 2 Sumenep untuk bersama-sama mewujudkan visi “Kurikulum yang Responsif, Madrasah Maju”. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen madrasah agar mampu menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif tanpa mengesampingkan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
“Kualitas reviu kurikulum hari ini akan menentukan mutu lulusan di masa depan. Karena itu dibutuhkan kolaborasi yang kuat untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan adaptif menghadapi era disrupsi,” kata Abdul Wasid.
Ia juga mengingatkan bahwa transformasi pendidikan harus berjalan seiring dengan penguatan karakter peserta didik. Menurutnya, madrasah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Baca juga: KKM MTs Rubaru Gelar Pelatihan Deep Love Madrasah, Perkuat Pembelajaran Berbasis Cinta
Melalui kegiatan reviu dan penyusunan kurikulum ini, MTsN 2 Sumenep berharap mampu menghasilkan kurikulum yang inovatif, responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman, serta tetap menjaga identitas madrasah sebagai lembaga pendidikan yang menanamkan nilai-nilai keislaman dan karakter kepada setiap peserta didik.














