SUMENEP – Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan kembali menggelar Kursus Pembina Mahir Dasar (KMD) dan Kursus Pembina Mahir Lanjutan (KML) yang berlangsung pada 16 hingga 22 Mei 2026.
Pembukaan kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Puspagatra, Sabtu (16/5/2026), dan dihadiri Majelis Pengasuh, Mudir TMI Al-Amien Prenduan, jajaran Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Sumenep, serta para pelatih dari Pusdiklat Arya Wiraraja Kwarcab Sumenep.
Mudir ‘Aam TMI Al-Amien Prenduan, Suyono Khatthab, mengatakan nilai-nilai pendidikan dalam Pramuka sangat selaras dengan panca jiwa dan sistem pendidikan yang diterapkan di Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan.
Ia menjelaskan pendiri pondok, almarhum Djauhari, dikenal sebagai aktivis kepanduan sekaligus pejuang dakwah dan perjuangan fi sabilillah.
“Jika pendiri pondok merupakan aktivis kepanduan dan pejuang dakwah, maka para santri juga wajib mengikuti jejak perjuangannya,” ujar KH Suyono Khatthab.
Baca juga: SMK Anwaruddin Tampilkan Produk Olahan Kreatif di Lomba Tingkat Kabupaten Sumenep
Menurutnya, karena alasan itu Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan terus menjadikan Pramuka sebagai kegiatan penting yang didukung secara serius, termasuk dengan mengirim delegasi ke berbagai kegiatan kepramukaan hingga tingkat nasional.
Sementara itu, Ketua Harian Kwarcab Sumenep, Zamzami Sabiq, menegaskan pembina Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia menjelaskan terdapat tiga tipe pembina Pramuka, yakni operator, manajer, dan leader. Menurutnya, lulusan KMD diharapkan mampu menjadi pembina bertipe operator yang dapat menjalankan program latihan di gugus depan.
Selanjutnya, pembina juga perlu berkembang menjadi manajer yang mampu menyusun program latihan secara sistematis dan terukur. Adapun tujuan akhir pembinaan adalah melahirkan pemimpin atau leader yang mampu mengarahkan dan mengembangkan program pembinaan secara menyeluruh.
Melalui kegiatan KMD dan KML ini, Kwarcab Sumenep berharap lahir pembina Pramuka yang aktif, memiliki kemampuan kepemimpinan, serta mampu menjadi pendidik karakter bagi generasi muda.
Baca juga: Seleksi O2SN Sampang 2026 Resmi Digelar, Pelajar SMA dan SMK Bersaing di Lima Cabang Olahraga
Ketua panitia, Mahbub Junaidi, menjelaskan KMD tahun ini diikuti 264 peserta, terdiri dari 231 santri Shof V, 17 peserta dari Ponpes Taman Baru Sampang, dan 13 peserta dari Bangkalan. Sementara KML diikuti 26 peserta yang merupakan guru pengabdian Ma’had TMI Putra.
Pembukaan kegiatan ditandai dengan penyerahan Tunggul Latihan dari Ketua Pusdiklatcab Arya Wiraraja Sumenep, Surahman, kepada pimpinan kursus, Maliji Jalali, disertai penancapan kapak dan pengucapan Sandi Satata Candradimuka.














