SosBud  

Khofifah Sambut 58 Bhikkhu Thudong di Grahadi, Perjalanan Walk for Peace Gaungkan Perdamaian

Khofifah menerima rombongan Bhikkhu Thudong Walk for Peace 2026 di Grahadi Surabaya
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyambut rombongan Bhikkhu Thudong Walk for Peace 2026 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan 58 Bhikkhu Thudong dari berbagai negara dalam rangka perjalanan Indonesia Walk for Peace 2026 di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (15/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menilai perjalanan spiritual yang membawa pesan perdamaian itu memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat dunia.

Menurutnya, dunia membutuhkan semangat perdamaian di tengah berbagai tantangan kemanusiaan yang terus berkembang.

“Perdamaian menjadi sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia,” kata Khofifah di Grahadi Surabaya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi terhadap perjalanan para Bhikkhu yang menempuh perjalanan panjang demi menyebarkan nilai kesabaran, kedamaian, dan harmoni antarmanusia.

Sementara itu, Kepala Rombongan Bhikkhu Thudong, Bhante Phra Phanarin Oaksonthip, mengaku kunjungan di Surabaya memberikan pengalaman berkesan bagi seluruh peserta perjalanan spiritual tersebut.

Ia mengatakan para Bhikkhu sempat merasakan kelelahan fisik saat memasuki wilayah Jawa Timur. Namun, sambutan hangat masyarakat membuat perjalanan terasa lebih ringan.

“Kami merasakan dukungan luar biasa dari masyarakat Indonesia. Banyak warga membantu dengan memberikan makanan, minuman, dan berbagai bantuan lainnya selama perjalanan,” ujarnya.

Setelah mengunjungi Grahadi Surabaya, rombongan Bhikkhu Thudong melanjutkan perjalanan menuju Gereja Katedral Hati Kudus Yesus (HKY) Surabaya sebagai bagian dari rangkaian kegiatan lintas toleransi dan perdamaian.

Rombongan Bhikkhu Thudong dijadwalkan tiba di Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 untuk mengikuti puncak perayaan Hari Raya Waisak 2026.

Perjalanan dari Bali hingga Yogyakarta tersebut tidak hanya menjadi ritual spiritual, tetapi juga sarana melatih kesabaran, kesadaran diri, dan nilai perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *