PAMEKASAN – Ledakan yang diduga berasal dari bubuk petasan terjadi di rumah warga Dusun Selatan, Desa Tlesah, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Minggu (15/3/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Insiden tersebut menyebabkan seorang pemuda mengalami luka berat.
Pemuda bernama Budianto (24), warga Dusun Selatan, menjadi korban utama dalam peristiwa tersebut. Saat kejadian berlangsung, ia sedang merokok di dekat tempat penyimpanan bubuk mercon.
Rokok yang dipegangnya diduga terjatuh dan mengenai bubuk petasan yang tersimpan di dalam plastik kresek hitam. Percikan api dari rokok itu langsung memicu ledakan keras di lokasi kejadian.
Ledakan tersebut menyebabkan kaki kanan Budianto putus pada bagian mata kaki. Selain itu, ia juga mengalami luka lecet pada kaki kirinya. Warga sekitar segera mengevakuasi korban dan membawanya ke RSUD Pamekasan untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa tersebut juga melukai seorang warga lainnya bernama Fasol yang tinggal di dusun yang sama. Ia mengalami luka ringan pada jari kelingking tangan kanan setelah terkena pecahan kaca akibat ledakan.
Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, membenarkan kejadian tersebut. Polisi saat ini sudah memeriksa sejumlah saksi untuk mengumpulkan keterangan terkait peristiwa itu.
Menurut Yoni, saksi menjelaskan bahwa bubuk mercon yang meledak tersebut dibeli di wilayah Kolpajung, Pamekasan. Korban membeli sekitar satu kilogram bubuk petasan dengan harga sekitar Rp250 ribu dan menyimpannya dalam plastik kresek hitam.
“Saat kejadian, di lokasi hanya ada Budianto dan seorang lainnya bernama Ivan,” kata Yoni, Senin (16/3/2026).
Saat ini Budianto masih menjalani perawatan intensif di RSUD Pamekasan. Ibunya, Sulalah (40), terus mendampingi korban selama menjalani pengobatan.
Polisi masih mendalami kasus ini untuk memastikan penyebab pasti ledakan serta asal bahan petasan yang digunakan.
Polres Pamekasan sebelumnya telah mengimbau masyarakat agar tidak bermain petasan maupun menerbangkan balon udara, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Imbauan tersebut bertujuan mencegah kejadian yang membahayakan keselamatan warga.
“Kami kembali mengingatkan masyarakat agar tidak bermain benda berbahaya menjelang Lebaran. Kami berharap masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan tenteram,” ujar Yoni.














