FALIHMEDIA.COM | JAKARTA – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia (Menbud), Fadli Zon, menerima kunjungan Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, di Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan ini membahas rencana peringatan Hari Jadi ke-495 Kabupaten Pamekasan sekaligus usulan revitalisasi sejumlah situs budaya bersejarah.
Bupati Kholilurrahman menyampaikan bahwa Pamekasan akan memperingati hari jadinya pada 3 November 2025, menandai usia hampir lima abad sejak berdiri pada tahun 1530. Ia menegaskan peringatan ini tidak hanya akan bersifat seremonial, melainkan juga momentum percepatan pembangunan lintas sektor, khususnya kebudayaan.
“Kami ingin Hari Jadi ke-495 Pamekasan menjadi pemicu pembangunan yang berkelanjutan. Kebudayaan adalah identitas sekaligus modal utama bagi masyarakat kami,” ujar Kholilurrahman, Sabtu (20/9/2025).
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pamekasan juga mengundang Menbud hadir dalam rangkaian perayaan.
“Acara hari jadi akan diramaikan dengan malam budaya, festival musik daul khas Pamekasan, dan berbagai apresiasi seni,” katanya.
Lebih lanjut, Kholilurrahman mengusulkan tiga program penting untuk pelestarian budaya Pamekasan, yakni:
Revitalisasi Makam Ronggosukowati, makam raja pertama Pamekasan yang menjadi pusat pembelajaran sejarah lokal.
Revitalisasi Makam Batu Ampar, salah satu situs ziarah populer sekaligus warisan budaya masyarakat Pamekasan.
Penguatan Museum Pamekasan sebagai pusat edukasi sejarah dan budaya.
Menanggapi hal tersebut, Fadli Zon menyatakan dukungan penuh. Ia menekankan pentingnya pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) di Pamekasan sebagai langkah awal penetapan dan perlindungan situs sejarah.
“TACB berperan penting dalam pengkajian serta penetapan cagar budaya secara profesional. Kami juga siap memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi para ahli budaya,” jelas Fadli Zon.
Ia menambahkan, kolaborasi pusat dan daerah dalam melestarikan budaya adalah bagian dari upaya memperkuat identitas bangsa.
“Revitalisasi situs budaya di Pamekasan diharapkan dapat menjadi wajah besar kebudayaan nasional,” ungkapnya.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Staf Khusus Menteri Bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Staf Khusus Menteri Bidang Hukum dan Kekayaan Intelektual, B.R.A Putri Woelan Sari Dewi; serta Sekretaris Ditjen Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Wawan Yogaswara.







