Penyeberangan Giligenting Terganggu, Hanya Satu KM Rukun Beroperasi Saat Cuaca Ekstrem

Satu Kapal Motor (KM) Rukun di Pelabuhan Aenganyar tetap melayani penyeberangan Giligenting menuju Talebbung meski cuaca ekstrem melanda perairan Sumenep
Satu Kapal Motor (KM) Rukun di Pelabuhan Aenganyar tetap melayani penyeberangan Giligenting menuju Talebbung meski cuaca ekstrem melanda perairan Sumenep (Foto: Ach. Fadhali - KIM Sumur Tumpang)

SUMENEP – Aktivitas penyebrangan laut Pulau Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terganggu akibat cuaca ekstrem yang melanda perairan setempat. Dari beberapa Kapal Motor (KM) yang biasanya melayani rute Pelabuhan Aenganyar – Talebbung, hanya satu unit kapal yang beroperasi pada Selasa (2/9/2025).

Gelombang tinggi disertai angin kencang membuat sebagian besar nakhoda memilih tidak berlayar demi menjaga keselamatan penumpang. Kondisi ini membuat warga yang hendak melakukan perjalanan ke Kabupaten Sumenep harus bersabar menunggu giliran.

“Cuacanya cukup membahayakan, jadi sebagian besar kapal tidak berani berlayar. Sementara kami terpaksa harus beroperasi karena akan membawa santri,” ujar nahkoda KM Rukun, Faqih kepada Falihmedia.com.

Meski terbatas, penyebrangan tetap diprioritaskan bagi penumpang yang mendesak, seperti warga yang memiliki urusan penting atau membawa kebutuhan pokok. Sementara itu, barang-barang non-esensial sementara waktu ditunda pengirimannya.

Warga berharap cuaca cepat kembali normal sehingga aktifitas masyarakat tidak terhambat.

Ikuti Kami Juga Google Berita