FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Desa Bringsang, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura terhenti mendadak pada Selasa (2/9/2025). Puluhan penumpang yang hendak menuju Pelabuhan Tanjung harus tertahan selama berjam-jam akibat cuaca buruk disertai angin kencang dan gelombang tinggi.
Sejumlah perahu motor yang melayani rute Giligenting–Tanjung tidak berani berlayar karena kondisi laut dianggap berbahaya. Para penumpang akhirnya memilih bertahan di area pelabuhan sambil menunggu cuaca kembali normal dan bahkan ada yang mengurungkan untuk menyebrang.
“Gelombangnya sangat tinggi, bisa membahayakan para penumpang. Jadi saya terpaksa mengurungkan untuk menyebrang hari ini,” ujar salah satu penumpang, A. Arifin.
Penumpukan penumpang terjadi sejak pagi. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja keluar kota, serta pedagang kelontong yang rutin melakukan perjalanan ke Sumenep. Meski merasa dirugikan, mereka tetap memahami keputusan penghentian sementara demi keselamatan.
“Saya sudah menunggu dari pukul 07.59 WIB, tapi memang lebih baik menunggu daripada memaksakan berangkat,” kata Siti Aminah, penumpang asal Bringsang.
Pantauan media, hingga hingga berita ini diterbitkan, ada beberapa penumpang masih menunggu kepastian kapan penyeberangan bisa kembali dibuka. Jika kondisi cuaca tidak membaik, besar kemungkinan mereka harus menunda perjalanan hingga esok hari.
Kejadian ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem di wilayah kepulauan seperti Sumenep, di mana transportasi laut menjadi satu-satunya akses utama masyarakat.














