SUMENEP – Seorang siswa kelas X.2 SMAN 1 Ambunten berinisial S (16) meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Nangka, Dusun Pasar Baru, Desa Ambunten Timur, Sumenep, Jumat (2/10/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.15 WIB saat korban bersama sejumlah siswa mengikuti praktik renang dalam kegiatan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan bermula ketika siswa kelas X.2 bersama pengajar PJOK, Nur Kholis, S.Pd., berangkat menuju Sungai Nangka untuk melaksanakan praktik renang.
Baca juga: Lomba Menulis Surat untuk Bupati Sumenep Meriahkan Hari Jadi ke-757
Setibanya di lokasi, korban bersama beberapa siswa lainnya mulai berenang.
Namun, beberapa menit kemudian korban diketahui tidak terlihat. Pengajar bersama warga sekitar kemudian melakukan pencarian.
Korban akhirnya ditemukan warga di dasar sungai dengan kedalaman sekitar 2,5 meter.
Korban kemudian dievakuasi ke tepi sungai untuk mendapatkan pertolongan pertama. Setelah itu, korban dibawa ke Puskesmas Ambunten.
Sesampainya di Puskesmas Ambunten, petugas medis melakukan resusitasi jantung paru (RJP).
Namun, upaya pertolongan tersebut tidak berhasil. Korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: Tuduhan Santet Giligenting Sumenep Berakhir Damai
Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Ambunten, Polresta Sumenep, mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi melakukan pemeriksaan lokasi serta meminta keterangan dari sejumlah saksi untuk mengetahui kronologi kejadian.
Kapolsek Ambunten Iptu Edi Sumarno, S.H., bersama personel terkait dan anggota Koramil Ambunten turut mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan sesuai prosedur.
Baca juga: Polsek Kangean Amankan Pria 43 Tahun Terkait Dugaan Pencabulan Anak di Arjasa
Polisi masih melakukan penanganan dan penyelidikan untuk mengetahui secara lengkap rangkaian peristiwa tersebut.
Polresta Sumenep mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan pihak sekolah, agar memperhatikan aspek keselamatan dalam setiap kegiatan di lingkungan perairan.
Pengawasan yang memadai serta pemahaman terhadap potensi bahaya di sungai dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.
Baca juga: Kanit Binmas Polsek Giligenting Jadi Pembina Upacara dI MA An-Nur Gedugan Giligenting
Polresta Sumenep juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Keluarga yang ditinggalkan diharapkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.














