SUMENEP – Desa Braji, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, memiliki potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dapat menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Sektor pertanian, usaha tambak, kerajinan, hingga perdagangan menjadi sejumlah bidang yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Dengan luas wilayah mencapai 265 hektare dan didukung penduduk usia produktif yang mencapai lebih dari separuh populasi, Desa Braji memiliki peluang untuk mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal sekaligus memperkuat kemandirian desa.
Sekretaris Desa Braji, Miftahul Jinan, mengatakan bahwa potensi unggulan desa tersebar di sejumlah sektor, terutama pertanian, perikanan atau tambak, kerajinan, dan perdagangan.
“Sektor pertanian menjadi tumpuan utama perekonomian warga kami, dengan hadirnya 9 kelompok tani yang aktif mengelola lahannya,” kata Miftahul Jinan.
Keberadaan kelompok tani tersebut menjadi salah satu modal untuk memperkuat produktivitas pertanian sekaligus mendorong pengelolaan lahan yang lebih optimal.
Selain pertanian, perekonomian Desa Braji juga ditopang oleh berbagai unit usaha masyarakat. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah desa, terdapat 30 unit usaha tambak, 15 unit usaha pertokoan, dan tiga unit industri kerajinan.
Desa Braji juga memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta tiga kelompok simpan pinjam yang berpotensi mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Keberagaman sektor usaha tersebut membuka peluang untuk memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan usaha produktif, peningkatan kapasitas pelaku usaha, dan optimalisasi potensi yang telah tersedia.
Sinergi antara pertanian, pertambakan, kerajinan, dan perdagangan diharapkan dapat memperluas sumber pendapatan masyarakat serta mengurangi ketergantungan ekonomi pada satu sektor saja.
Dari aspek kependudukan, Desa Braji tercatat memiliki 1.638 jiwa yang tergabung dalam 498 kepala keluarga (KK). Penduduk tersebut tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Kebun sebanyak 763 jiwa, Dusun Katuja 478 jiwa, dan Dusun Tambak 397 jiwa.
Miftahul Jinan menjelaskan, salah satu kekuatan desa terletak pada jumlah penduduk usia produktif yang cukup besar.
“Tercatat ada 831 jiwa atau sekitar 50,73 persen penduduk berada pada usia produktif (17–50 tahun). Hal ini menjadi modal dasar yang sangat kuat bagi pengembangan unit usaha desa maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Komposisi penduduk tersebut dapat menjadi peluang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi melalui pelatihan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, serta pelibatan masyarakat dalam pengelolaan usaha desa.
Adapun mata pencaharian warga cukup beragam. Sebagian masyarakat bekerja sebagai petani atau pekebun sebanyak 363 orang, wiraswasta 174 orang, serta bekerja sebagai PNS, guru, perangkat desa, karyawan swasta, dan pedagang.
Keragaman pekerjaan tersebut menunjukkan adanya potensi pengembangan ekonomi yang dapat dilakukan melalui kolaborasi antarpelaku usaha dan sektor pekerjaan.
Secara geografis, Desa Braji memiliki luas wilayah 265 hektare. Penggunaan lahan didominasi oleh lahan kering seluas 139,84 hektare dan lahan persawahan seluas 115,54 hektare.
Besarnya area lahan pertanian menjadi modal penting bagi pengembangan sektor agraris yang selama ini menjadi tumpuan penghidupan sebagian masyarakat.
Optimalisasi lahan dapat diarahkan pada peningkatan produktivitas, pengelolaan hasil pertanian, dan penguatan nilai tambah produk. Sementara itu, sektor tambak dan kerajinan juga dapat dikembangkan sebagai sumber pendapatan alternatif bagi warga.
Pengembangan potensi tersebut memerlukan pengelolaan yang terencana serta dukungan terhadap kemampuan masyarakat dalam mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Untuk mendukung aktivitas masyarakat, Desa Braji telah memiliki fasilitas pendidikan mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga perguruan tinggi.
Di bidang kesehatan, tersedia satu Puskesmas Pembantu (Pustu) dan tiga Posyandu. Desa ini juga dilengkapi sarana olahraga dan tempat ibadah yang menunjang kegiatan sosial masyarakat.
Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas hidup warga. Akses pendidikan, layanan kesehatan, dan ruang aktivitas sosial dapat berperan dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sebagai modal pembangunan desa.
Pemerintah Desa Braji optimistis bahwa potensi sumber daya alam dan manusia yang dimiliki dapat terus dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui sinergi sektor pertanian, optimalisasi usaha tambak, pengembangan kerajinan, serta pemberdayaan penduduk usia produktif, Desa Braji diharapkan mampu memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan kemandirian desa secara berkelanjutan.















