SUMENEP – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlah Najiyah II, Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, terus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan siswa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar kunjungan edukasi ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sumenep pada 14–21 Oktober 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Madrasah Literasi Tahun Pelajaran 2025/2026. Melalui kunjungan ini, para siswa diharapkan mengenal perpustakaan sebagai tempat belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan minat baca sejak usia dini.
Program kunjungan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan siswa dari berbagai tingkat kelas. Setiap rombongan didampingi tiga orang guru untuk memastikan kegiatan berjalan tertib dan memberikan pengalaman belajar yang optimal.
Kepala MI Raudlah Najiyah II, K. Syukron Ma’mun, telah menjadwalkan kegiatan tersebut melalui surat Nomor 029/YAB/MI.116/X/2026 tertanggal 13 Oktober 2026.
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, kunjungan dimulai pada Rabu (14/10/2026) dengan melibatkan 20 siswa kelas IV. Selanjutnya, pada Kamis (15/10/2026), sebanyak 22 siswa kelas III mengikuti kegiatan serupa.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut pada Senin (19/10/2026) dengan 15 siswa kelas VI, Selasa (20/10/2026) dengan 17 siswa kelas I, serta Rabu (21/10/2026) yang melibatkan 21 siswa gabungan kelas II dan V.
Dengan jadwal tersebut, total sebanyak 95 siswa MI Raudlah Najiyah II direncanakan mengikuti kunjungan edukasi ke Dispusip Kabupaten Sumenep.
Dispusip Sumenep Dukung Penguatan Budaya Literasi
Pustakawan Ahli Muda Dispusip Kabupaten Sumenep, Syaiful Bahri, menyambut positif inisiatif MI Raudlah Najiyah II dalam memperkenalkan perpustakaan kepada para siswa.
Menurutnya, perpustakaan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan minat baca sekaligus membangun kebiasaan belajar sejak dini. Melalui kegiatan edukasi di perpustakaan, siswa dapat mengenal lebih dekat berbagai sumber informasi yang mendukung proses pembelajaran.
Ia menegaskan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca, tetapi juga mencakup pemahaman terhadap informasi dan kemampuan berpikir kritis.
“Kegiatan ini harus dibiasakan secara berkelanjutan di sekolah dan keluarga,” kata Syaiful Bahri, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, pembiasaan literasi membutuhkan dukungan bersama dari lingkungan pendidikan dan keluarga. Dengan demikian, kebiasaan membaca tidak hanya tumbuh ketika siswa berada di sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di rumah.
Kunjungan Perpustakaan Diharapkan Jadi Pengalaman Belajar Positif
Syaiful Bahri berharap kunjungan edukasi tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, melainkan mampu memberikan pengalaman positif yang membuat siswa semakin dekat dengan buku dan dunia pengetahuan.
Pengenalan perpustakaan sejak dini dinilai penting untuk membangun rasa ingin tahu, memperluas wawasan, serta mendorong siswa lebih aktif mencari dan memahami informasi.
Melalui program Madrasah Literasi, MI Raudlah Najiyah II berupaya menghadirkan pengalaman belajar di luar kelas yang dapat melengkapi pembelajaran di madrasah.
Sinergi antara lembaga pendidikan dan Dispusip Kabupaten Sumenep diharapkan dapat memperkuat gerakan literasi di lingkungan sekolah sekaligus menanamkan kebiasaan membaca kepada generasi muda.
Dengan pembiasaan yang konsisten dan dukungan berbagai pihak, kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mencetak generasi Sumenep yang gemar membaca, berpikir kritis, dan memiliki wawasan luas.















