SUMENEP – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep sebagai momentum memperkuat persatuan, menjaga kebersamaan, dan meningkatkan semangat gotong royong demi mendorong kemajuan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Achmad Fauzi di sela-sela Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 yang berlangsung di depan Masjid Jamik Sumenep, Sabtu (17/10/2026).
Menurutnya, peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep tidak sekadar menjadi ajang mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga kesempatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
“Hari Jadi Kabupaten Sumenep bukan sekadar peringatan perjalanan sejarah, tetapi menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarmasyarakat, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan pembangunan daerah berkelanjutan,” kata Achmad Fauzi.
Achmad Fauzi menegaskan bahwa persatuan dan gotong royong merupakan modal penting dalam mendorong pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, dan meningkatkan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan kebersamaan dan keterlibatan berbagai pihak agar program pembangunan daerah dapat berjalan secara optimal.
“Karena itu, persatuan dan gotong royong merupakan modal utama dalam mendorong kemajuan daerah, sehingga seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, serta memperkuat kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat,” terangnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi turut bergantung pada semangat kebersamaan dan kesediaan masyarakat untuk berkontribusi sesuai kemampuan masing-masing.
Bupati menyebut Kabupaten Sumenep memiliki keberagaman latar belakang masyarakat, suku, budaya, serta kondisi geografis yang mencakup wilayah daratan dan kepulauan.
Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kekayaan yang harus dijaga dan dimanfaatkan sebagai kekuatan untuk mempererat persatuan masyarakat.
Perbedaan, lanjutnya, tidak boleh menjadi penghalang dalam mewujudkan pembangunan yang merata. Sebaliknya, keberagaman harus menjadi landasan untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis dan saling mendukung.
“Perbedaan merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Dengan semangat persatuan dan gotong royong, kita bisa membangun Kabupaten Sumenep menjadi daerah yang lebih maju dan sejahtera,” jelasnya.
Achmad Fauzi berharap semangat kebersamaan tersebut terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga hubungan sosial tetap terjaga dan berbagai tantangan pembangunan dapat dihadapi secara bersama-sama.
Lebih lanjut, Achmad Fauzi mengajak masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam mendukung berbagai program pembangunan Kabupaten Sumenep.
Ia menekankan bahwa pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, kalangan pemuda, dan berbagai elemen lainnya.
Partisipasi seluruh pihak dinilai penting untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kemajuan Kabupaten Sumenep membutuhkan partisipasi seluruh pihak, karena pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, serta berbagai elemen lainnya,” tandasnya.
Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga terlibat dalam mendukung dan menjaga keberlanjutan berbagai program yang dilaksanakan.
Prosesi Arya Wiraraja dan Festival Musik Tong-Tong KEN 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep yang menghadirkan kekayaan tradisi dan seni budaya lokal.
Kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan bagi masyarakat sekaligus sarana untuk merawat warisan budaya dan memperkuat identitas daerah.
Selain memberikan ruang bagi ekspresi seni masyarakat, kegiatan budaya tersebut juga mempertemukan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Bagi Kabupaten Sumenep yang memiliki kekayaan budaya dan karakter geografis daratan serta kepulauan, pelestarian tradisi dinilai penting untuk menjaga jati diri daerah sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap warisan leluhur.
Achmad Fauzi berharap momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan semangat persatuan, kepedulian sosial, dan gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami mengharapkan semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat demi mewujudkan Kabupaten Sumenep unggul, mandiri dan sejahtera,” pungkasnya.















