SUMENEP – Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, memanfaatkan ajang Madura Culture Festival 2026 untuk memperkenalkan beragam produk unggulan masyarakat. Produk kuliner hingga kerajinan lokal menjadi daya tarik stan Batang-Batang dalam festival yang mengangkat tema desa wisata tersebut.
Batang-Batang berada di kawasan timur daya Kabupaten Sumenep. Kecamatan ini berbatasan dengan Kecamatan Gapura, Dungkek, dan Batuputih yang juga memiliki wilayah pesisir. Batang-Batang memiliki garis pantai sepanjang sekitar 8,37 kilometer.
Dalam Madura Culture Festival 2026, masyarakat Batang-Batang menampilkan beragam produk khas yang mencerminkan kreativitas dan potensi ekonomi lokal. Pengunjung dapat menemukan berbagai makanan tradisional yang masih dekat dengan kehidupan masyarakat setempat.
Sejumlah produk kuliner yang tampil di stan Batang-Batang antara lain gulali, gula merah, tangguli, krosek, kerupuk pentol, apen gembol, tahu kocek, es ta’al, tahu walek, tahu petis, nasi pocong, kocening, hingga ladrang.
Stan tersebut juga menawarkan sejumlah produk nonkuliner. Pengunjung dapat melihat berbagai kerajinan dan produk kebutuhan masyarakat seperti pisau, clurit, sandal ban, gambir, serta petis.
Kehadiran berbagai produk tersebut menjadi bagian dari upaya Kecamatan Batang-Batang memperluas pengenalan potensi ekonomi masyarakat. Pemerintah kecamatan juga mendorong pelaku usaha lokal agar terus meningkatkan kualitas produk dan kreativitas mereka.
Camat Batang-Batang Mujib mengatakan, festival tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk unggulan kepada khalayak yang lebih luas.
“Kami ingin produk-produk unggulan masyarakat Batang-Batang semakin dikenal. Ini bukan hanya tentang memperkenalkan makanan dan kerajinan, tetapi juga bagaimana potensi masyarakat dapat terus dikembangkan sehingga mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan warga,” ujar Mujib.
Menurut Mujib, produk lokal memiliki karakter dan nilai tersendiri yang perlu masyarakat jaga. Pemerintah kecamatan, kata dia, akan terus mendorong upaya pengembangan dan promosi produk agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Ia berharap keikutsertaan Batang-Batang dalam Madura Culture Festival 2026 tidak berhenti pada ajang promosi semata. Momentum tersebut juga dapat membuka peluang bagi produk masyarakat untuk berkembang dan meningkatkan daya saing.
Dengan kekayaan produk kuliner, kerajinan, serta potensi wilayah pesisir, Batang-Batang berupaya menjadikan potensi lokal sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah dalam pengembangan desa wisata.
















