Tersangka Kedua Pembunuhan Mahasiswi UMM Ditangkap di Pamekasan Setelah Buron 4 Hari

Penangkapan tersangka kedua pembunuhan mahasiswi UMM oleh Tim Jatanras Polda Jawa Timur di Pamekasan Madura
Petugas Jatanras Polda Jawa Timur saat membawa tersangka S usai penangkapan di Kabupaten Pamekasan, Madura

FALIHMEDIA.COM | PAMEKASAN – Tim Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur kembali mengungkap perkembangan penting dalam kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faradilah Amalia Najwa (21).

Satu tersangka tambahan berinisial S berhasil diringkus di wilayah Kabupaten Pamekasan, Madura, setelah sebelumnya masuk dalam daftar buronan selama empat hari. Penangkapan ini melengkapi pengungkapan kasus setelah polisi lebih dulu mengamankan Bripka Agus Sulaiman (AS), oknum anggota Polres Probolinggo yang juga merupakan suami korban.

Proses penangkapan tersangka S tidak berjalan mudah. Pelaku diketahui terus berpindah lokasi guna menghindari kejaran aparat. Tim Jatanras Polda Jatim melakukan sinkronisasi lintas daerah, mulai dari Lumajang, Probolinggo, hingga Bondowoso, sebelum akhirnya berhasil melacak keberadaan tersangka di Madura.

“Tersangka S ini cukup licin dan selalu berpindah-pindah tempat. Setelah menetap intensif selama empat hari, kami berhasil mengamankannya di Pamekasan,” ujar AKP Fausi, anggota Tim Jatanras Polda Jawa Timur, Jumat (19/12/2025).

Kasus pembunuhan ini bermula dari penemuan sesosok jenazah perempuan di sebuah parit di kawasan Purwosari, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan, pada Selasa lalu. Identitas korban kemudian diketahui sebagai Faradilah Amalia Najwa, mahasiswi semester III UMM.

Hasil pertemuan tersebut berakhir pada keterlibatan Bripka AS yang diduga berperan sebagai pelaku utama sekaligus perencana pembunuhan terhadap adik iparnya sendiri. Sementara itu, polisi masih mendalami peran tersangka S dalam kasus tersebut.

Penyidik ​​Polda Jawa Timur saat ini melakukan pemeriksaan intensif guna mengungkap motif dan kronologi lengkap pembunuhan. Perkara rekonstruksi yang direncanakan akan segera digelar untuk mengungkap secara utuh peristiwa tragis tersebut.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *