FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Upaya pencarian terhadap Rahmat (49), warga Kecamatan Kangayan, Kabupaten Sumenep, yang nekat melompat dari Kapal Sabuk Nusantara (Sanus) 91, hingga Rabu (18/6/2025) masih belum membuahkan hasil. Kejadian ini berlangsung di perairan selatan Desa Ketupat, Pulau Raas, saat kapal dalam pelayaran menuju Pulau Kangean.
Koordinator Basarnas Sumenep, Imam Nahrawi, menyebutkan bahwa pencarian mengalami hambatan serius akibat kondisi cuaca ekstrem.
“Gelombang tinggi dan hujan deras membuat kami tak bisa menjangkau area laut yang lebih jauh ke tengah,” ujarnya.
Tim SAR telah melakukan pemetaan arus laut dan memperkirakan korban kemungkinan terbawa arus ke arah tenggara.
“Fokus pencarian saat ini kami alihkan ke wilayah tenggara. Tapi sampai sekarang, hasilnya masih nihil,” tambah Imam.
Sementara itu, Kepala KSOP Raas, Wahid Hasyim Asyari, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menggandeng nelayan lokal untuk turut membantu pencarian korban.
“Kami juga lakukan penyisiran di sekitar pesisir pantai. Tapi belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Biasanya kalau terbawa arus besar, korban bisa terdampar ke pantai,” jelasnya.
Diketahui, Rahmat berangkat dari Pelabuhan Kalianget pada Minggu pagi (15/6/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Ia berada dalam pelayaran menuju Pelabuhan Batu Guluk, Pulau Kangean.
Namun, saat kapal melintas di sekitar perairan Pulau Raas, Rahmat tiba-tiba melompat ke laut dari dek 4 sisi kanan kapal. Awak kapal yang mengetahui insiden tersebut langsung memberi tahu nahkoda. Kapal pun sempat memutar arah untuk melakukan pencarian selama beberapa jam, namun hasilnya nihil. Setelah itu, kapal kembali melanjutkan pelayaran ke tujuan semula.
Basarnas memastikan pencarian akan terus dilakukan dengan dukungan cuaca yang memungkinkan.














