Bisnis  

OJK Sulselbar Perkuat Literasi Keuangan Lewat Fin Expo 2026

Avatar of Ahmad Syafiih
Fin Expo 2026 OJK Sulselbar menjadi ruang edukasi literasi dan inklusi keuangan masyarakat di Makassar
Suasana Fin Expo 2026 yang digelar OJK Sulselbar sebagai sarana edukasi dan penguatan literasi keuangan masyarakat di ruang publik Kota Makassar.

MAKASSAR – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat melalui Fin Expo 2026 di Makassar.

Kegiatan ini menjadi sarana bagi OJK bersama industri jasa keuangan untuk memperkenalkan produk dan layanan keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.

Kerjasama Media

Kepala Perwakilan OJK Sulselbar Moch Muchlasin mengatakan masyarakat perlu memahami produk keuangan sebelum menggunakannya. Pemahaman tersebut meliputi manfaat, karakteristik, hingga risiko dari setiap produk dan layanan.

“Penguatan literasi keuangan penting untuk memastikan masyarakat tidak hanya memiliki akses terhadap produk dan layanan jasa keuangan, tetapi juga memahami manfaat, karakteristik, serta risikonya,” kata Muchlasin di Makassar, Minggu (4/10/2026).

Literasi Keuangan Didorong Sejalan dengan Pertumbuhan Ekonomi Sulsel

Muchlasin menilai peningkatan literasi keuangan perlu berjalan beriringan dengan perkembangan ekonomi Sulawesi Selatan. Perekonomian Sulsel tercatat tumbuh 5,59 persen, atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Sejalan dengan kondisi tersebut, OJK Sulselbar bersama pelaku industri jasa keuangan terus memperluas program edukasi kepada masyarakat.

Sepanjang triwulan II 2026, OJK Sulselbar mencatat sekitar 198 kegiatan literasi keuangan dengan jumlah peserta mencapai sekitar 2,4 juta orang.

Edukasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap produk keuangan, tetapi juga mendorong akses ke pasar keuangan dan layanan keuangan syariah.

OJK juga mendorong penguatan literasi keuangan untuk mendukung pembiayaan sektor produktif, termasuk bagi kelompok masyarakat seperti petani dan nelayan.

Fin Expo 2026 Hadirkan Edukasi Keuangan di Ruang Publik

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menilai Fin Expo 2026 menjadi salah satu wadah strategis untuk memperluas edukasi keuangan kepada masyarakat.

Pemilihan pusat perbelanjaan sebagai lokasi kegiatan dinilai dapat membantu menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Fin Expo ini salah satu wadah edukasi yang dilaksanakan di mal sebagai tempat berkumpul dari berbagai kalangan,” ujar Fatmawati.

Menurut dia, edukasi keuangan yang dilakukan di ruang publik dapat memudahkan masyarakat mengenal berbagai produk dan layanan jasa keuangan.

Masyarakat juga memiliki kesempatan memperoleh informasi secara langsung sehingga dapat mempertimbangkan produk keuangan sesuai kebutuhan sebelum mengambil keputusan.

Industri Jasa Keuangan Dorong Masyarakat Lebih Bijak Mengelola Keuangan

Ketua Panitia Fin Expo 2026 sekaligus Regional CEO BRI Regional Office 15 Makassar Riza Pahlevi mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum bagi industri jasa keuangan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat semakin mengenal industri jasa keuangan, memahami produk yang tersedia, serta semakin bijak dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan keuangan,” kata Riza.

Riza menyebut hasil survei 2026 menunjukkan sekitar 93,01 persen masyarakat telah menggunakan produk dan atau layanan jasa keuangan.

Angka tersebut meningkat dibandingkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang mencapai 92,7 persen.

Meski tingkat penggunaan layanan keuangan terus meningkat, pemahaman masyarakat terhadap produk yang digunakan tetap perlu diperkuat.

Karena itu, Fin Expo 2026 Makassar tidak hanya menjadi ajang pengenalan produk dan layanan jasa keuangan. Kegiatan ini juga menjadi ruang komunikasi, edukasi, serta interaksi langsung antara masyarakat dan pelaku industri jasa keuangan.

Melalui penguatan literasi dan inklusi keuangan tersebut, OJK dan industri jasa keuangan berharap masyarakat semakin cakap dalam mengambil keputusan finansial, memahami risiko, serta mampu merencanakan dan mengelola keuangan secara bijak.

Dengan demikian, peningkatan akses terhadap layanan keuangan dapat diikuti dengan pemahaman yang memadai sehingga masyarakat dapat memanfaatkan produk keuangan secara aman dan sesuai kebutuhan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *