Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak di Bangkalan, Korban Terancam dan Terpaksa Mengungsi

Korban kekerasan perempuan Bangkalan bersama Ketua Forum Puspa saat memberikan keterangan pers kepada wartawan
Korban MKR didampingi Ketua Forum Puspa Bangkalan saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (18/10/2025)

FALIHMEDIA.COM | BANGKALAN – Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak kembali terjadi di Kabupaten Bangkalan, Madura. Kejadian memilukan ini bukan hanya membuat korban melapor ke Polres Bangkalan, tetapi juga memaksa keluarga korban mengungsi karena adanya ancaman pembunuhan dari salah satu pihak terlapor.

Korban berinisial MKR menyampaikan kisahnya saat mendatangi kediaman Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) di kawasan Kota Bangkalan, Sabtu (18/10/2025). Kedatangannya bertujuan untuk meminta pendampingan hukum dan perlindungan.

Dengan luka cakar di wajah, MKR menceritakan kronologi peristiwa yang dilaporkan ke Polres Bangkalan pada Kamis (16/10/2025). Dalam laporan tersebut, MKR juga menyebutkan beberapa nama pihak terlapor yang masih memiliki hubungan keluarga.

Menurut pengakuan korban, peristiwa bermula dari masalah sepele terkait sampah yang dibuang oleh anak-anak. Salah satu terlapor, berinisial MS, disebut marah dan melakukan kekerasan menggunakan kayu terhadap beberapa anak, termasuk anak MKR yang masih berusia 6 tahun.

“Anak saya dipukul sampai matanya bengkak dan memerah. Permasalahan sebenarnya hanya soal anak kecil buang sampah,” ungkap MKR di hadapan sejumlah awak media.

Berdasarkan data dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) bertanggal 16 Oktober 2025, baik korban maupun para terlapor beralamat di Desa Kajuanak, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan.

Lebih lanjut, MKR menirukan ucapan salah satu terlapor yang terekam dalam berkas laporan polisi.

“Kalau tidak buta, kenapa dipermasalahkan? Banyak yang dipukul tapi tidak mengeluh. Kalau buta baru saya bawa ke rumah sakit,” kata MKR menirukan kalimat pelaku.

Kasus ini kini dalam penanganan pihak Polres Bangkalan, sementara Forum Puspa turut memberikan pendampingan psikologis dan perlindungan terhadap korban beserta anaknya.

Ikuti Kami Juga Google Berita