Polisi Ungkap Dua Sumber Gas dalam Kasus Tewasnya Satu Keluarga saat Kemping di Posong Temanggung

Lokasi perkemahan Posong Temanggung tempat empat anggota keluarga asal Ambarawa ditemukan meninggal dunia
Ilustrasi Petugas kepolisian melakukan penyelidikan di lokasi perkemahan Posong, Temanggung, terkait tewasnya empat anggota keluarga asal Ambarawa

TEMANGGUNG – Kepolisian Resor Temanggung mengungkap dua sumber gas yang diduga menyebabkan empat anggota keluarga asal Ambarawa, Kabupaten Semarang, meninggal dunia saat berkemah di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik (Labfor) dan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) untuk memastikan penyebab kematian para korban.

“Dugaan sementara masih mengarah pada keracunan gas. Namun, kami tetap menunggu hasil resmi dari Labfor dan Biddokkes sebelum menyimpulkan penyebab pasti kematian korban,” kata Komang, Sabtu (30/5/2026).

Menurut Komang, tim penyidik memeriksa banyak barang bukti, termasuk sisa makanan, peralatan masak, dan perlengkapan yang ditemukan di lokasi kejadian. Karena jumlah barang bukti cukup banyak, proses pemeriksaan membutuhkan waktu beberapa hari.

Baca juga: Beli Gas LPG 3 Kg Wajib Bawa KTP Asli, Berikut Ketentuannya

Hasil pemeriksaan awal mengarah pada kemungkinan paparan gas hasil pembakaran yang terjadi di dalam atau sekitar tenda. Polisi menemukan dua sumber yang berpotensi menghasilkan gas berbahaya tersebut.

Sumber pertama berasal dari pembakaran arang briket yang digunakan sebagai penghangat di dalam area perkemahan. Sementara sumber kedua berasal dari aktivitas memasak atau barbeque yang dilakukan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Komang menjelaskan bahwa dokter forensik sebelumnya telah menyampaikan dua kemungkinan penyebab kematian, yakni keracunan makanan atau paparan gas hasil pembakaran. Hingga saat ini, penyidik masih fokus mendalami dua kemungkinan tersebut.

Baca juga: Polda Jateng Selidiki Kematian Satu Keluarga di Lokasi Wisata Semarang

“Kami belum menemukan petunjuk lain yang mengarah pada penyebab tambahan. Saat ini penyelidikan masih berfokus pada kemungkinan keracunan akibat gas hasil pembakaran maupun faktor makanan,” ujarnya.

Polisi juga menjelaskan bahwa gas karbon monoksida (CO) yang diduga menjadi penyebab kematian memiliki karakteristik tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak memiliki rasa sehingga sulit dideteksi secara langsung oleh manusia.

Saat petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mereka tidak menemukan aroma mencurigakan di sekitar tenda. Menurut Komang, kondisi tersebut wajar karena karbon monoksida tidak dapat dikenali melalui penciuman.

Selain itu, saat petugas membuka pintu tenda untuk melakukan pemeriksaan, udara segar langsung masuk sehingga kemungkinan gas yang tersisa telah bercampur dengan oksigen di lingkungan sekitar.

Polisi juga memastikan tabung gas pada kompor portabel yang digunakan korban sudah dalam kondisi habis saat ditemukan di lokasi.

Baca juga: Empat Orang Sekeluarga Tewas di Posong Diduga Keracunan Gas

Sementara itu, penyidik berharap hasil pemeriksaan laboratorium dapat segera keluar dalam waktu dekat sehingga penyebab pasti kematian empat korban dapat diumumkan kepada publik.

Sebelumnya, petugas wisata Posong menemukan empat anggota keluarga tersebut dalam kondisi meninggal dunia saat hendak mengingatkan mereka untuk melakukan check out pada Rabu (27/5/2026) sore. Karena tidak mendapat respons dari dalam tenda, petugas membuka pintu tenda dan menemukan seluruh korban sudah terbujur kaku.

Keempat korban diketahui bernama Muhammad Ali Munawar (52), istrinya Maghfirah (43), serta dua putra mereka, Alvino Evan Hakim (17) dan Bagas Amar Hakiki (21). Seluruh korban merupakan warga Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.

Pihak keluarga telah memakamkan keempat korban di wilayah Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, pada Kamis (28/5/2026).

Ikuti Kami Juga Google Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *