FALIHMEDIA.COM | CIREBON – Aksi unjuk rasa di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, berakhir ricuh hingga berujung pada pembakaran Gedung DPRD, Sabtu (30/8/2025). Ribuan massa yang terdiri dari mahasiswa, pengemudi ojek online, serta berbagai elemen masyarakat terlibat dalam demonstrasi tersebut.
Kericuhan bermula saat massa mencoba menerobos masuk ke halaman gedung dewan. Sejumlah kaca dilempari batu dan kayu hingga pecah berserakan. Suasana semakin memanas ketika kobaran api muncul dari sisi bangunan. Dalam waktu singkat, api membesar menjilat atap dan menimbulkan asap hitam pekat yang membubung tinggi ke udara.
“Asalnya hanya lemparan batu dan botol, tapi tiba-tiba api terlihat dari samping gedung. Warga panik dan berlarian takut api merembet,” ujar Rohman (42), warga sekitar.
Akibat peristiwa ini, ruang sidang utama DPRD Kabupaten Cirebon hangus terbakar. Kursi, meja, dan sejumlah berkas dokumen penting tidak bisa diselamatkan. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi sempat kesulitan karena kobaran api semakin besar tertiup angin.
Sebelum insiden pembakaran gedung, massa lebih dulu mendatangi Mapolresta Cirebon di Jalan Dewi Sartika. Puluhan aparat kepolisian sudah bersiaga dengan barikade berlapis. Dari dalam markas, suara tembakan gas air mata terdengar menambah ketegangan.
“Kami datang bukan untuk membuat kerusuhan. Kami hanya menuntut perubahan dan menghentikan segala bentuk kekerasan aparat terhadap rakyat. Polresta harus mendengarkan suara kami,” teriak salah satu koordinator aksi melalui pengeras suara.
Tidak lama kemudian, massa bergeser menuju Gedung DPRD Kabupaten Cirebon yang berdekatan dengan Kantor Bupati. Di lokasi inilah terjadi aksi pembakaran hingga menghanguskan sebagian besar bangunan.






