Resensi Novel Dibawah Lindungan Ka’bah, Buya Hamka

Judul : Dibawah Lindungan Ka’bah
 
Penulis : Buya Hamka
 
Penerbit : Gema Insani
 
Tahun Terbit : 2022 (cetakan keenam)
 
Jumlah Halaman : 91 halaman
 
Ukuran Buku : 14.5 X 20.5 CM
 
Resensator : Dwi Suyanti Sekolah Menengah Atas (SMA) Martia Bhakti Bekasi
 
Sinopsis
Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah menceritakan seorang anak yang yang bernama Hamid. Ia tinggal bersama ibunya di kota Padang. Rumah Hamid sangat kecil sehingga lebih layak disebut sebagai gubug.
 
Dalam waktu beberapa bulan, di sebelah rumah Hamid didirikan rumah yang lebih besar. Rumah itu adalah milik Haji Jafar. Beliau adalah saudagar kaya yang tinggal dengan istri dan anak perempuannya.
 
Keluarga Haji Jafar cukup iba dengan kondisi keluarga Hamid. Oleh karena itu, istri saudagar yang mempunyai nama panggilan Mak Asiah membantu Hamid. Bahkan, keluarga saudagar tersebut menyekolahkannya.
 
Hamid sekolah bersama Zainab, putri Haji Jafar. Hamid pun menganggap Zainab sebagai adiknya.
 
Tetapi, seusai selesai sekolah Hamid menyadari bahwa dirinya mempunyai rasa cinta terdahap Zainab. Ternyata, hal tersebut juga dirasakan oleh Zainab.
 
Keduanya, sama-sama saling menyimpan perasan suka. Tetapi, Hamid menyadari bahwa dirinya bukanlah siapa-siapa. Ia takut saat menyampaikan perasaannya maka akan sia-sia karena hidupnya tidak sederajat dengan tokoh Zainab.
 
Dari perbedaan kasta tersebut, Zainab juga tidak menyatakan perasaannya kepada Hamid.
 
Suatu hari, Haji Jafar meninggal dunia. Mulai saat itu, Hamid dan ibunya tidak lagi sering berkunjung ke rumah Zainab karena ibu Hamid yang sudah sakit-sakitan.
 
Tidak lama kemudian, ibunya Hamid pun meninggal. Hamid sangat terpukul dengan semua yang terjadi dengan kehidupannya.
 
Saat ini, Hamid hidup sebatang kara. Suatu saat Mak Asiah meminta Hamid untuk menasehati Zainab agar mau menikah dengan lelaki pilihan ayahnya.
 
Semua kejadian tersebut, membuat Hamid memutuskan untuk meninggalkan kota Padang tersebut kemudian pindah ko kota yang jauh.
 
Hamid tetap semangat menjalani kehidupan, ia tetap bekerja keras sampai menjadi orang sukses. Hingga suatu saat ia sampai di tanah suci, Mekkah.
 
Saat di tanah suci, Hamid dapat melupakan segala penderitaan hidupnya dan rasa cintanya kepada Zainab. Ia bersikap berserah diri kepada Allah SWT. Tetapi, tak jarang juga, terkadang ia mengingat Zainab di benakknya.
 
Suatu hari, sahabat Hamid bernama Saleh datang mengunjunginya. Saleh adalah teman Hamid saat di bangku sekolah. Kedatangan Saleh bertujuan untuk memberi tahunya bahwa Zainab juga mencintai Hamid. Sekarang, Zainab hidup menderita karena menyimpan perasaan tersebut dengan sangat lama. Zainab pun tidak menikah dengan lelaki pilihan ayahnya.
 
Saleh pun membawakan surat dari Zainab untuk Hamid yang berisi bahwa Zainab juga menyimpan rasa cinta untuknya. Tetapi, semua itu ternyata sudah terlambat.
 
Saat sedang melakukan tawaf, ia diberitahu oleh Saleh bahwa Zainab telah meninggal dunia. Namun, tak lama kemudian saaf Hamid selesai melakukan tawaf dan berdoa, di bawah Ka’bah Hamid juga meninggal. Jenazah Hamid dimakamkan di Maal yang Masyhur, Mekkah.
 
Kelebihan Novel Di bawah Lindungan Ka’bah
Kelebihan novel Di Bawah Lindungan Ka’bah yaitu penulis dapat menceritakan kisah Hamid dan Zainab dengan sangat singkat, tetapi pesan moralnya juga tersampaikan.
 
Karya sastra novel ini sangat klasik dengan total 91 halaman saja. Novelnya dapat dibaca sampai selesai hanya dalam satu kali duduk saja. Tetapi, novel klasik ini sangat dapat menyentuh hati para pembnacanya.
 
Premis dalam cerita disajikan dengan sangat sedehana. Kisahnya hanya membahas tentang percintaan yang tak sampai. Penulis mengemas alurnya dengan gaya penulisan yang cukup memikat.
 
Meski gaya bahasanya sederhana, tetapi cukup memikat hati para pembacanya. Gaya bahasanya indah sehingga mampu memberikan kesan mendalam untuk pembacanya.
 
Penulis juga menyilapkan pesan moral dalam novel ini. Konflik dalam novel memberikan kritik tentang adat masyarakat yang bertentangan dengan ajaran umat Islam.
 
Secara singkat, novel ini menyampaikan kisah sedih dan ketulusan cinta yang sangat menarik.
 
Kekurangan Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah
Kekurangan dalam novel Di Bawah Lindungan Ka’bah yaitu terletak di bagian bahasa di beberapa bagian yang kurang dimengerti. Oleh karena itu, pembaca harus membacanya berulang kali agar dapat memahami maksud dari isi novel tersebut.
 
Selain itu, di bagian akhir cerita juga diceritakan dengan cukup buru-buru, dengan dimatikan tokoh Hamid, sehingga ceritanya terkesan sangat cepat berakhir dan selesai.
 
Unsur Intrinsik Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah
Berikut ini unsur intrinsik novel Di Bawah Lindungan Ka bah yang membangum cerita dalam novel menjadi lebih menarik.
 
Tema
Tema novel di Bawah Lindungan Ka bah yaitu religius dan percintaan.
 

Tokoh

Hamid

Zainab

Saleh

Istri Saleh

Haji Ja’far

Mak Asiah

Ibunya Hamid

 
Alur
Alur novel Di Bawah Lindungan Ka bah menggunakan alur maju dan mundur.
 

Latar Tempat

Di Padang

Di Sekolah

Rumah Hamid

Rumah Haji Ja far

Sekolah

Mekkah

Di bawah Kak’bah

 
Latar Waktu
Pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari.
 
Sudut Pandang
Sudut pandang dalam novel Di Bawah Lindungan Ka bah menggunakan sudut pandang orang ketiga yaitu menggunakan nama orang.
 
Diksi
Diksi yang digunakan dalam novel Di Bawah Lindungan Kak bah yaitu menggunakan diksi yang ringan sehingga mudah dipahami pembacanyam Penggunaan diksinya seperti kata sehari-hari.
 
Amanat
Amanat dalam novel Di Bawah Lindungan Kak bah yaitu mencintai seseorang dengan tulus dan ikhlas memang sulit. Tetapi, perasaan cinta itu datangnya dari Allah SWT sehingga ungkapkan rasa cintamu agar orang yang kamu cintai mengetahuinya.
 
Unsur Ekstrinsik Novel Di bawah Lindungan Ka bah
Berikut ini unsur ekstrinsik novel Di Bawah Lindungan Ka bah yang membuat ceritanya semakin menarik.
 
Biografi Pengarang
Buya Hamka merupakan sosok penulis religius sehingga dapat menarasikan cerita fiksi tentang percintaan dengan sudut agama yang kuat.
 
Pengarang juga menarasikan beberapa kondisi adat di Indonesia yang tidak diperbolehkan dalam agama Islam secara detail.
 
Nilai Moral
Nilai moral yang terdapat dalam novel di Bawah Lindungan Kak bah yaitu bersikap baik dan menolong orang lain yang kesusahan bukanlah hal yang merugikan.
 
Nilai Sosial
Nilai sosial yang tersirat dalam novel yaitu tidak ada perbedaan derajat manusia dalam pandangan Allah SWT.
 
Nilai Religius
Nilai religius dalam novel yaitu berserah diri kepada Allah SWT atas takdir kehidupan yang sedang kita alami. Dengan berserah diri semuanya akan terasa lebih mudah.
 
Pesan Moral Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah
Setelah membaca novel Di Bawah Lindungan Ka bah, pembaca dapat mengetahui pesan moral bahwa untuk mengatasi segala permasalahan dan persoalan kehidupan sebaiknya bersikap berserah diri kepada Allah SWT.

Dengan begitu maka maka di bawah lindungannya, kita akan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT sehingga segala pertolongan kita dapat diselesaikan dengan mudah.

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

Ikuti Falih Media di Google News

Comment