Menko Polhukam: Nuzulul Qur’an Jadi Momentum Merawat Kerukunan Umat

Budaya, SosBud73 Views

FALIHMEDIA.COM | JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD, menyatakan peringatan Nuzulul Qur’an 1444 Hijriah/2023 Masehi merupakan momentum merawat kerukunan umat.

Hal tersebut disampaikan Mahfud melalui keterangan tertulis, dalam Peringatan Nuzulul Qur’an 1444 Hijriyah/2023 Masehi Tingkat Kenegaraan yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, pada Jumat (7/4/2023) kemarin.

“Ikatan dan kecintaan kepada Al-Qur’an begitu kuat, dan spirit Al Quran pula yang telah membawa Indonesia sebagai bangsa yang berhasil merawat keragaman menjadi harmoni yang begitu Indah,” kata Mahfud.

Menurut Mahfud, kemerdekaan Negara Republik Indonesia pun jatuh pada Jumat, 9 Ramadan 1364 Hijriah.

Kegiatan yang mengangkat tema “Nuzulul Qur’an Momentum Merawat Kerukunan Umat, kata Mahfud, sejatinya mengingatkan dan mengajak bangsa Indonesia untuk terus berada di garis terdepan merawat harmoni dalam keberagaman.

“Keberagaman telah memberikan bangsa Indonesia kekayaan yang amat mahal. Untuk itu, komitmen kita menjaga kerukunan adalah sesuatu yang wajib dan final,” katanya.

Jika ditelaah lebih mendalam, kata Mahfud, Al-Qur’an telah membimbing bangsa Indonesia melewati berbagai ujian yang begitu berat dan rumit.

Di era perjuangan kemerdekaan, Al-Qur’an menjadi titik dasar membangun jiwa pejuang pada generasi muda. Setelah kemerdekaan, Al-Qur’an memberi pengaruhnya dalam menentukan langkah bangsa Indonesia merawat dan membawa keragaman menuju pembangunan yang maju dan sejahtera, kata Mahfud.

Mahfud menuturkan, Al-Qur’an juga telah menginspirasi bangsa Indonesia yang rukun, damai, dan toleran.

“Sebagaimana Al-Qur’an menjadi pedoman saat Negeri Madinah tumbuh menjadi negeri yang tercerahkan, penuh dengan toleransi meski di dalamnya terdapat banyak keragaman agama dan keyakinan serta suku bangsa,” ujarnya.

Al-Qur’an pula yang menjadi titik kumpul dua suku besar di Madinah yakni Aus dan Khazraj untuk menghentikan pertikaian dan memilih jalan damai membangun Madinah, tutur Mahfud menambahkan.

“Hal itu tidak lepas dari ajaran Al Quran yang begitu tegas menyikapi keragaman. Surat Al-Hujurat ayat 13, adalah salah satunya, yang jadi poin penting bangsa Indonesia ketika memulai era pembangunan,” tambahnya.

Menurut Mahfud, Indonesia adalah negeri dengan keragaman bahasa dan agama yang sangat besar.

“Sabang hingga Merauke menjadi halaman-halaman tentang keberagaman itu. Namun, keberagaman itu tidak lantas menjadikan Indonesia terbelah melainkan tetap utuh dalam komitmen kebangsaan di bawah Pancasila,” jelasnya.

Pada peringatan Nuzulul Qur’an hari ini, Mahfud mengajak umat Muslim untuk terus harus menggali inspirasi terbaik dari Al Quran dalam menjaga dan merawat kerukunan di tengah keragaman.

“Ada banyak tantangan kebangsaan yang harus kita persiapkan membutuhkan kerja sama dan solidaritas antar elemen bangsa. Jangan sampai kita disibukkan dengan konflik dan perdebatan namun kita malah lupa mempersiapkan diri dalam persaingan global,” katanya.

Peringatan Nuzulul Qur’an 1444 Hijriah/2023 Masehi Tingkat Kenegaraan juga dihadiri secara daring oleh Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin, Menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan tinggi negara, Imam Besar Masjid Istiqlal RI, duta besar negara sahabat, tokoh agama, serta pimpinan ormas Islam. (Eko Budiono, Untung S, Red/Falih Media)

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

Ikuti Falih Media di Google News

Comment