Nelayan Giligenting Lestarikan Bubu Bambu Untuk Optimalkan Pendapatan Ikan

Bubu Bambu yang Masih di Lestarikan Oleh Nelayan Dusun Julung Lao' dalam Mengoptimalkan Pendapatan Ikan (Foto M. Rifa'i)

FALIHMEDIA.COM | GILIGENTING – Optimalkan dalam penangkapan ikan, Bapak Suhaemli (57) Dusun Julung Lao’, Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep menggunakan bubu yang terbuat dari bambu dan tali tambang.

“Untuk pembuatannya sendiri membutuhkan sekitar satu minggu, sebab bambu yang baru dipotong tidak bisa langsung dipaku, nunggu tiga hari dulu baru bisa dibuat,” ujar Bapak Suhaemli saat ditanya media ini pada Minggu (27/8/2023).

Ditanya soal modal, Bapak Suhaemli mengaku membutuhkan sekitar Rp. 500.000 persatu bubu.

“Untuk satu bubu membutuhkan dua batang hingga tiga bambu, untuk harga persatu batang bambu Rp. 25.000 sampai Rp. 35.000 dan untuk tali tambangnya menghabiskan sekitar lima sampai tujuh rol dan satu rolnya seharga Rp. 30.000 yang kemudian dirajut menjadi jaring,” ungkap Bapak Suhaemli yang juga sebagai ketua kelompok nelayan Berru Mandiri.

“Untuk hasilnya jika lagi beruntung tiga kali tarikan insya Allah sudah balik modal,” sambungnya.

Tidak hanya itu, kata Bapak Suhaemli selain menggunakan bubu juga menggunakan pancing, sebab bubu yang sudah didalam laut tidak setiap hari ditarik.

“Untuk penarikan bubunya tidak setiap hari, jadi selain itu kami juga menggunakan alat tangkap ikan pancing,” tandasnya.

  Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber falihmedia.com

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon