FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, mulai ramai membeli camilan khas lebaran sebagai suguhan tamu. Tradisi menyajikan berbagai jenis camilan seperti kue kering, kerupuk, rengginang, hingga keripik menjadi kebiasaan turun-temurun yang terus dijaga.
Fenomena ini membawa berkah tersendiri bagi para pedagang camilan, terutama yang berjualan di kawasan Pasar Anom Baru Sumenep.
Salah satu penjual camilan, Anton, mengaku mengalami peningkatan omzet dalam beberapa hari terakhir.
“Permintaan camilan meningkat drastis, apalagi menjelang lebaran seperti ini. Saya menjual berbagai macam camilan, seperti rengginang khas Prenduan, kerupuk ikan, marning jagung, keripik, hingga kue kering,” ujarnya, Rabu (26/3/2025).
Anton menambahkan, harga camilan bervariasi. Rengginang kemasan kecil dibanderol sekitar Rp 20 ribu, sedangkan kerupuk ikan mentah asal Sumenep dijual antara Rp 40 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram, tergantung kualitasnya. Untuk kue kering, harga per toplesnya mulai dari Rp 30 ribuan.
“Camilan yang paling laris biasanya kerupuk, rengginang, dan keripik. Kue kering kurang diminati karena banyak dijual secara online sekarang,” tambahnya.