Pemkab Bersama BPBD Sumenep Maksimalkan Pelayanan Penyaluran Air Bersih di Wilayah Terjadi Kekeringan

FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), tetap memberikan pelayanan maksimal terhadap kebutuhan masyarakat.
 
Khususnya di sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan dengan sigap memberikan pengadaan air bersih bagi masyarakat.
 
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sumenep Wahyu Kurniawan Pribadi melalui Sekretarisnya, Dr. H. Abd. Kadir, M.Pd, mengakui, adanya sejumlah wilayah di Kabupaten Sumenep dalam beberapa waktu terakhir ini mengalami kondisi kategori kering kritis. Sehingga, perlu dilakukan pengiriman air bersih ke wilayah terdampak tersebut.
 

“Pendistribusian air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami kekeringan tetap kami lakukan, agar bisa membantu mengurangi kesulitan masyarakat,” ujar Kadir, pada hari Senin (17/07/2023) kemarin.

Menurutnya, saat ini ada sebanyak 9 desa di wilayah Kabupaten Sumenep masuk dalam kategori kering kritis, yakni Desa Montorna, Prancak, Basoka, Tengiden, Batuputih Daya, Badur, Batang-batang Daya, Jangkong dan Desa Kombang.

Sementara menurut Kadir, ada sekitar 42 desa lainnya tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Sumenep yang juga mengalami kekeringan langka.

Sedikitnya ada 18 kecamatan dari 27 kecamatan di Kabupaten Sumenep, baik di wilayah daratan maupun kepulauan yang mengalami kondisi tersebut.

“Status siaga darurat bencana kekeringan di Kabupaten Sumenep berlaku selama 183 hari, terhitung dari 01 Juni sampai 31 November 2023 mendatang,” tandasnya.

  Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber falihmedia.com

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon