Muh Rifai: UKIM 2 Tahun Sekali Tapi Kegiatan Akan Tetap Berjalan Setiap Tahun

Muh. Rifa'i Hasyim, S.Pd. M.Pd Sekretaris PD DMI Kabupaten Sumenep (Foto: Abd. Rahman)
FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Pengurus Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kabupaten Sumenep menggelar acara Pembinaan Takmir Masjid Se-Kabupaten Sumenep yang dikuti oleh seluruh pengurus Cabang Dewan Masjid se-Kabupaten Sumenep pada Rabu (25/10/2023).
 
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kemenag , Graha Al-Ikhlas Sumenep mengusung tema “Upaya Menjadikan Masjid Sebagai Tempat Ibadah yang Damai Menyatukan Ummat”.
 
Sekretaris PD DMI Sumenep, H.Muh. Rifa’i Hasyim, S.Pd. M.Pd, menyampaikan kegiatan yang diselenggarakan untuk memberikan pelatihan kepada para takmir masjid se-kabupaten sumenep sebagai bentuk pengetahuan dan bagaimana mengelola masjid agar tidak disalahgunakan selain ibadah.
 
“Acara pada hari ini merupakan pelatihan terhadap para takmir masjid, agar keberadaan masjid tidak disalahgunakan apalagi saat ini musim pilkada,” ujar Muh. Rifa’i dalam Berbagainya.
 
Kasubag TU Kemenag Sumenep itu menambahkan menyinggung soal Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM) yang diberikan setiap dua tahun sekali oleh pemkab, untuk itu ia akan tetap berusaha agar kegiatan bisa berjalan setiap tahunnya.
 
“Untuk itu, kami berusaha untuk tetap melaksanakan kegiatan ini setiap tahun walaupun dua tahun sekali diberi satu kali,” tambahnya.
 
“Untuk itu kita berharap semoga menjadi orang-orang yang memakamkan masjid dan mudah-mudahan kita mengklasifikasikan orang-orang yang beriman kepada Allah SWT,” sambungnya.
 
Kegiatan ini, kata Muh. Rifa’i dilaksanakan dalam rangka membentengi masjid agar masjid tidak dijadikan ajang kegiatan yang sebentar lagi kita jalani yaitu adanya kegiatan pilkada dan pilpres.
 
Maka dari itu masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan sebagai tempat untuk memperkuat ukhuwah, dan dari itu perlu dilaksanakan kegiatan ini kepada para pengurus Masjid atau takmir masjid yang ada di Sumenep, mudah-mudahan masjid kita dengan adanya kegiatan ini benar-benar tidak bisa dijadikan contoh sebagai perebutan suara pada perhelatan pemilu tersebut,” katanya.
 
Oleh karena itu, tegas Muh. Rifa’i dengan adanya kegiatan ini harus benar-benar menjadi umat yang mulia di hadapan Allah dalam menjalankan ibadahnya.
 
“Untuk itu, saya berharap para peserta takmir masjid bisa mengikuti acara pada hari ini dengan seksama dan sampai akhir,” tandasnya.
  Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang, dan atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber falihmedia.com

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

google news icon