Dalam Pengembangan Inovasi Pelayanan Publik di Sumenep Perlu Kerja Sama Lintas Sektor


FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Kegiatan Asistensi Tehnis Pengembangan Inovasi Pelayanan Publik Kabupaten Sumenep yang dilaksanakan Bagian Organisasi Setdakab Sumenep bersama Bappeda dan OPD terkait dengan dukungan Program USAID ERAT (Tata kelola Pemerintahan yang Efektif, Efisien dan Kuat) di Provinsi Jawa Timur, yang merupakan program bantuan teknis dari USAID (United State Agency for International Development), yang dilaksanakan selama dua hari mulai tanggal 15-26 Mei 2023, dilaksanakan dengan baik dan menghasilkan beberapa Poin penting dalam mengembangkan inovasi ke depan.

Hal tersebut diakui Dina Limanto, Koordinator USAID ERAT Provinsi JawaTimur pada akhir kegiatan yang dilaksanakan, di Hotel De Baggraf tersebut.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut harapanya akan banyak program Inovasi yang bisa dilakukan oleh OPD dan lintas sektor yang ada di Kabupaten Sumenep ini.

“Dari fasilitasi yang dilakukan selama dua hari yang dibagi dua kelompok tentunya sudah banyak inovasi yang disampaikan oleh masing-masing OPD terkait di Kabupaten Sumenep yang tentunya nantinya akan lebih semangat untuk melakukan pelayanan pada masyarakat,” ujar Dina Limanto, Selasa (16/05/2023).

Menurutnya, dari fasilitasi yang dilakukan tersebut diharapkan diharapkan ada kerjasama multi sektor yang difasilitasi khususnya melalui Bappeda Kabupaten Sumenep. Seperti halnya inovasi pelayanan kependudukan yang dilaksanakan Disdukcapil kaitannya dengan data kependudukan yang dapat mendukung fasilitas pelayanan publik lainnya, seperti layanan kesehatan BPJS, layanan khusus bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan sebagainya.

“Jadi kerjasama multisektor sangat dibutuhkan karena OPD tidak bisa berdiri sendiri termasuk sosialisasi agar sampai kepada masyarakat melalui Diskominfo sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya.

Seperti halnya juga Inovasi yang dilakukan oleh Puskesmas Pamolokan yang melaksanakan layanan TB Keliling. Dimana melakukan pelayanan terjun langsung ke masyarakat bahkan dengan membuat konten kreatif, ini bisa berkolaborasi dengan Diskominfo agar informasi cepat sampai dengan baik kepada masyarakat dan menginspirasi semua.

Sementara Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep Yayak Nurwahyudi, melalui Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Helmi menyampaikan terimakasih kepada USAID ERAT yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut berkerjasama Bagian Organisasi Setdakab Sumenep dan Bappeda serta sejumlah OPD terkait, sehingga banyak layanan inovasi yang dapat terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Syukurlah pada akhirnya seruan kami bersama USAID ERAT yang selama ini melaksanakan kegiatan kemitraan di Sumenep untuk melaksanakan kegiatan fasilitasi khususnya program Inovasi yang sudah banyak dilakukan oleh masing-masing OPD di kabupaten Sumenep,” ujarnya.

Diakui Helmi, jika program Inovasi perlu terus dilakukan dan peningkatan guna memberikan banyak manfaat khususnya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dan tentunya tetap menyesuaikan dengan program yang sudah ada, namun membutuhkan variasi dalam memudahkan dan meningkatkan layanan pada masyarakat.

Bahkan, mohon berharap Inovasi yang dilakukan tidak harus mahal bahkan harus digital. Namun, inovasi yang sederhana, tidak ribet dan bahkan memudahkan masyarakat itu akan lebih bermanfaat. Karenanya, selain harus ada komitmen bersama dari semua komponen untuk mewujudkan ide-ide yang sederhana namun memiliki dampak yang sangat berharga bagi masyarakat.

“Kegiatan ini tidak berhenti disini, namun akan banyak pertemuan pertemuan berikutnya bersama OPD terkait dalam mewujudkan Kabupaten Sumenep yang inovatif,” tambahnya.

Senada juga menyampaikan RP. Achmad Junaidi, Analis Kebijakan Ahli Muda Sub Koordinator Pelayanan Publik dan Tata Laksana Bagian Organisasi Setdakab Sumenep, jika dari kegiatan Asistensi Tehnis Pengembangan Inovasi Pelayanan Publik Kabupaten Sumenep ini nantinya akan ada tindak lanjut seperti halnya dengan dilakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) terhadap program Inovasi yang dilakukan oleh masing-masing OPD terkait.

“Apabila melihat dari kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini ada beberapa kendala yang dihadapi oleh masing-masing OPD dalam melaksanakan program Inovasi sehingga melalui proses pendampingan fasilitasi ini nantinya akan ada banyak hal yang bisa dilakukan,” tandasnya.

Menurutnya dalam waktu sedekat mungkin hasil dari kegiatan tersebut akan dilaporkan kepada Sekdakab Sumenep bersama Bappeda, sehingga bisa dilakukan rencana tindak lanjut. Dan pengiriman menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat utamanya kepada USAID ERAT yang telah banyak mendukung kegiatan tersebut. (Ren, Fer/Red/Falih Media)

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

Ikuti Falih Media di Google News

Comment