FALIHMEDIA.COM – Kita sebagai ummat muslim diseluruh dunia sudah memahami tentang apa itu malam lailatul qadar yang memang banyak diantara kita mengharapkannnya dan ingin meraihnya. Mari kita sejenak merenung apa dan bagaimana kita sebagai insan yang penuh dengan segala keterbatasannya akan mampu meraihnya? Ataukah kita hanya sebagai manusia dalam perjalanan hidupnya tidak mendapatkan sesuatu apapun di malam lalilatul qadar.
من قام ليلة القدر إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه. رواه البخاري
Artinya: Barang siapa yang mengisi Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR Al-Bukhari).
Terkait kemuliaan dan keutamaan malam lailatul qadar ini dijelaskan langsung oleh Allah dalam surat Al-Qadr ayat 3. Allah berfirman:
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3)
Malam lalilatul qadar merupakan malam yang selalu dinantikan oleh kita semua. Ummat muslim di seluruh dunia berupaya semaksimal mungkin agar mereka mampu melakukan sesuatu kebaikan dan amalan-amalan bermanfaat baik pada dirinya sendiri, keluarga dan juga orang lain. malam lailatul qadar dapat diraihnya dengan berbagai macam amalan dzikir dan amalan jariyah.
Adapun Terkait keutamaan malam Lailatul Qadar disebutkan dalam salah satu hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. Dikatakan bahwa setiap muslim yang berusaha untuk meraih malam Lailatul Qadar akan diampuni dosa-dosanya. Bukan hanya meraih malam Lailatul Qadar dengan mengerjakan berbagai ibadah di malam hari, tetapi juga menunaikan ibadah puasa Ramadhan dengan iman dan taqwa kepada Allah swt.
Hal tersebut sejalan dengan apa yang disampaikan melalui hadits Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ. روه البخاري
Artinya: Barangsiapa yang sholat pada Lailatul Qadar karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya. Dan barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena iman kepada Allah dan mengharapkan pahala (hanya dari-Nya) maka akan diampuni dosa-dosa yang telah dikerjakannya (HR. Al-Bukhari & Muslim)
Keutamaan malam Lailatul Qadar juga disebut sebagai malam yang diberkahi. Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Surat Ad-Dukhan ayat 3 bahwa:
اِنَّآ اَنْزَلْنٰهُ فِيْ لَيْلَةٍ مُّبٰرَكَةٍ اِنَّا كُنَّا مُنْذِرِيْنَ
Artinya: Sesungguhnya Kami (mulai menurunkannya pada malam yang diberkahi (Lailatul Qadar). Sesungguhnya Kamilah pemberi peringatan (QS. Ad-Dukhan : 3)
Adapula yang mengartikan bahwa malam lailatul qadar sebagai malam yang sangat agung dan lebih utama dari malam-malam biasanya. Lailatul Qadar merupakan peristiwa turunnya Al-Qur’an dan menjadi malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 3:
Lailatul qadr khairun min alfi syahr
Artinya: Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
Malam ini menjadi kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan memperbanyak doa, dzikir, serta ibadah lainnya.
Bagi kita, dengan datangnya malam lailatul qadar akan memiliki motivasi diri, terutama dalam meningkatkan ibadah, serta iman dan taqnya kepada Allah SWT dengan segala perbuatan baiknya. Seperti dalam aktivitas sehari-hari kita harus mampu membangun jalinan ukhwuhah Islamiyah dengan baik dan menjalin hubungan kepada Allah sengan membaca sifat-sifat Allah serta menjalin hubungan baik dengan sesamam manusia dan makhlukNya serta istiqamah berbuat baik walau kondisi kita dalam keadaan susah maupun senang.
Pahala Malam lailatul qadar tidak serta merta diraihnya dengan hanya menengadahkan kedua tangan kita seraya mengaharapnya, namun ada Upaya-upaya dari kita sebagai bekal menuju pahala lebih baik dari seribu bulan yang kita ingnkan.
Tradisi
Lain halnya dengan kebiasaan di sebuah kampung di daerah, Ketika jelang malam lailatul qadar berbagai acara dan kegiatan dilakukan untuk mengais malam lailatul qadar dari tanggal 21, 23, 25, 27 dan terakhir tanggal 29 bulan Ramadhan. Sering kali penulis dapatkan diberbagai kampung terutama orang Madura memiliki tradisi sendiri jelang malam tersebut.
Dari sekian kegiatan tersebut tidak lain dan tidak bukan hanya ingin mereka yang melakukannya mendapatkan pahala yang lebih baik dari seribu bulan. Ya seperti membuat kue cucur, naga sari, rengginang, ketan, bubur, nasi bungkus dan lain sebagainya untuk diberikan ke kerabat atau tetangga dekat. Tasyakuran dengan mengundang sanak familiy seperti buka puasa bersama atau acara makan-makan setelah shalat tarawih. Membagi-bagikan sembako bagi mereka yang lebih mampu dari segi materi, serta memberikan santunan anak yatim dan santunan kaum dhuafa` ada pula yang khataman di masjid serta i`tikap di masjid.
Acara tersebut menjad tradisi tersendiri bagi mereka yang meyakininya bahwa dengan bersedekah atau berbagai dengan sesama akan mendapatkan nilai pahala yang lebih besar tentunya. Kebiasaan ini sepertinya mejadi sesuatu yang sangat menyenangkan bagi mereka yang melakukannya, mereka meyakini bahwa dengan mengharap Ridha dan pahala dari Allah tidak hanya melaksanakan shalat sunnah, berdzikir dan mengaji al-quran ( hablum minallah ) tapia da ibadah yang secara langsung kepada sesame lewat tradisi diatas ( hablum minannas ).
Ketentuan malam lalilatul qadar sepertinya misteri Allah, yang tidak ada orang secara dhahir mengetahuinya, hanya saja kita ummat islam mengetahui ciri-ciri malam lailatul qadar. Kunci utama bagi kita adalah hati untuk bangkit terus meningkatkan gairah ibadah menuju kesempurnaan iman dan taqwa kepada Allah SWT. Pada sepuluh terkhir terutama kita harus lebih semangat dan banyak berbuat amal ibadah, seprti membaca alquran, senang berbuat baik kepada sesama saling menyapa, memberi dan saling membantu siapapun yang membutuhkannya. Yuk! Terus semangat beribadah. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung dan mendapat gelar manusia muttaqin.
*Penulis: Hanafi, S.Pd.I : Pengajar di MTs. Al-Hasan dan Penggiat Literasi Anggota “TBM Somber Elmo“ Kampung Sumber Gedugan Giligenting Sumenep
WhatsApp: 082332925855 (Hanafi Has)
“Redaksi FalihMedia menerima tulisan opini, artikel dan tulisan lainnya yang sifatnya memberi sumbangan pemikiran untuk kemajuan negeri ini. Dan semua isi tulisan di luar tanggung jawab Redaksi FalihMedia”