FALIHMEDIA.COM | SUMENEP – Pasar Tangsi yang berlokasi di Dusun Julung Daja, Desa Galis, Kecamatan Giligenting, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, merupakan pasar tradisional yang telah lama menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat. Selain sebagai pusat perdagangan, Pasar Tangsi juga berfungsi sebagai tempat berkumpulnya warga dari berbagai desa di sekitar Giligenting. Dengan lokasinya yang strategis, Pasar Tangsi menjadi salah satu pusat ekonomi penting di wilayah ini.
Nama “Tangsi” sendiri merujuk pada bangunan militer yang dulunya menjadi tempat tinggal sementara bagi para tentara dan polisi. Dalam sejarahnya, area ini memang digunakan sebagai asrama tentara serta tempat penyimpanan senjata di masa pemerintahan Kepala Desa Moh. Syafiuddin dan Sekretaris Desa Marsun, yang dikenal sebagai Pak Hareya, bersama perangkat desa lainnya, yang memerintah selama 21 tahun (1952-1973).
Seiring berjalannya waktu, asrama tersebut kemudian diubah menjadi pasar yang awalnya dikenal dengan nama Pasar Kojuk, merujuk pada waktu operasinya yang berlangsung setiap pagi hari. Namun, meskipun nama resminya adalah Pasar Kojuk, masyarakat setempat tetap mengenalnya sebagai Pasar Tangsi hingga kini.
Pasar Tangsi mengalami perkembangan pesat di era pemerintahan A. Syaiful Hartono, yang memimpin selama 13 tahun (1999-2012). Pada awalnya, pasar ini hanya terdiri dari beberapa pedagang yang menjual ikan, hasil pertanian, serta kebutuhan sehari-hari. Namun, dengan berjalannya waktu, jumlah pedagang semakin bertambah, termasuk yang datang dari luar Giligenting, sehingga pasar ini semakin ramai dengan beragam jenis barang yang ditawarkan.
Lebih dari sekadar tempat transaksi ekonomi, Pasar Tangsi juga menjadi pusat interaksi sosial bagi warga Desa Galis dan sekitarnya. Pasar ini adalah tempat di mana masyarakat dapat menjalin hubungan sosial sembari melakukan aktivitas perdagangan.
Di masa pemerintahan Akhmad Safri Wiarda, Pasar Tangsi mulai memasuki era modern, menghadapi tantangan dari munculnya pasar modern dan minimarket. Meskipun demikian, pasar ini tetap bertahan dengan mempertahankan ciri khas tradisionalnya. Pemerintah desa setempat juga terus melakukan upaya revitalisasi dan peningkatan fasilitas untuk memastikan Pasar Tangsi tetap menjadi pusat ekonomi dan budaya yang penting di Desa Galis.
Hingga kini, Pasar Tangsi tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari warga, memainkan peran vital dalam perekonomian lokal sekaligus melestarikan tradisi masyarakat Giligenting.