PPK Kecamatan Giligenting Gelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Perubahan Pemilih Hasil Pemutakhiran Tingkat Kecamatan


FALIHMEDIA.COM | GILIGENTING – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Giligenting menggelar Rapat Pleno Terbuka rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran (DPHP) tingkat Kecamatan Giligenting Kabupaten Sumenep pada Pemilu 2024. Minggu (2/4/2023).

Acara yang ditempatkan di Sekretariat PPK Giligenting tersebut dimulai sejak pukul 09.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, dan di hadiri oleh Camat Giligenting, Kapolsek Giligenting, Koramil 0827/23 Giligenting, Panwascam, Ketua PPK beserta Anggota dan delegasi dari beberapa Parti Politik.

Camat Giligenting, Abd. Said, S. Sos.i, M.Si dalam sambutannya mengucapkan banyak terimakasih atas kehadiran peserta pleno dan ucapan terimakasih kepada Pantarlih juga PPS yang sudah menyelesaikan tugasnya dalam pencoklitan data pemilih dengan baik tanpa ada halangan dan berjalan lancer.

“Meskipun rapat pleno pada hari ini bersifat sementara, namun berkat kerja keras dari semua teman-teman Pantarlih dan PPS sehingga pada hari ini PPK Giligenting melaksanakan Rapat Pleno Rekapitulasi Daftar Perubahan Pemilih Hasil Pemutakhiran Tingkat Kecamatan pada Pemilihan Umum Tahun 2024,” katanya.

Sementara itu, Ketua PPK Kecamatan Giligenting, Ainul Yaqin, S. Pd mengatakan bahwa hasil rapat pleno terbuka DPHP ini masih bersifat sementara dan masih bisa dilakukan perbaikan, kalau ada warga yang belum masuk pada DPHP.

“Bagi warga yang belum masuk di DPHP segera melapor ke PPS desa masing-masing, agar nantinya bisa memberikan hak suaranya,” katanya.

Kegiatan ini, ucap Ainul Yaqin Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 2 Tahun 2022 tentang Penyusunan Daftar Pemilih Dalam Penyenggaraan Pemilihan Umum dan Sistem Informasi Data Pemilih.

“Tidak hanya itu, hal ini juga tertuang dalam Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 27 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis Penyusunan Daftar Pemilih Dalam Negeri pada Penyelenggaraan Pemilihan Umum, ucapnya.

Dan untuk jumlah TPSnya sendiri, jelas Ainul Yaqin berjumlah 109 TPS dari 8 Desa se-Kecamatan Giligenting yang terdiri dari jumlah pemilih aktif, jumlah pemilih baru, jumlah pemilih tidak memenuhi syarat dan potensial non KTP-El.

“Untuk Desa Galis pemilih aktif berjumlah 2340 pemilih baru 672 tidak memenuhi syarat 656 dan non KTP-El 1, Gedugan 2803 pemilih baru 856 tidak memenuhi syarat 948 dan non KTP-El 4, Bringsang 1144 pemilih baru 157 tidak memenuhi syarat 163 dan non KTP-El 0, Aenganyar 2200 pemilih baru 122 tidak memenuhi syarat 138 dan non KTP-El 94, Banbaru 2257 pemilih baru 545 tidak memenuhi syarat 594 dan non KTP-El 87, Banmaleng 2874 pemilih baru 525 tidak memenuhi syarat 591 dan non KTP-El 24, Jate 1721 pemilih baru 145 tidak memenuhi syarat 238 dan non KTP-El 0 dan Lombang 3668 pemilih baru 718 tidak memenuhi syarat 875 dan non KTP-El 0,” jelasnya.

Dari hasil tersebut, ujar Ainul Yaqin setelah penetapan DPS nantinya PPS akan menyampaikan daftar nama pemilih hasil pemutakhiran data dalam wujud salinan digital ke KPU Kabupaten Sumenep melalui PPK.

“Untuk itu, masyarakat juga ikut berpartisipasi aktif dalam penyusunan daftar pemilih, sehingga data pemilih sesuai realitas di masyarakat, yakni yang tidak memenuhi syarat sudah tidak ada di daftar, sedangkan yang memenuhi syarat masuk di daftar,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Ketua DPC Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Ahmad Fahrisi, M. Pd meminta agar pihak PPK tidak hanya mendata akan tetapi lebih aktif dalam hal sosialisasi berlanjut agar masyarakat yang sudah dicoklit tidak golput.

“Dari data yang ada pada tahun 2019 lalu golput itu sangat luar biasa, jadi bagaimana cara agar PPK lebih ekstra dalam bersosialisasi karna dalam hal ini PPK mempunyai hak mandat agar golput nantinya tidak menjamur lebih besar ditengah-tengah masyarakat,” tandasnya. (Frs/Rif/Fali Media)

DAPATKAN UPDATE BERITA LAINNYA DI

Ikuti Falih Media di Google News

Comment