Sains  

BMKG Juanda Ingatkan Gelombang Tinggi di Perairan Malang Selatan, Nelayan Diminta Waspada

Nelayan Malang Selatan menghadapi gelombang tinggi akibat cuaca buruk dari BMKG Juanda Jawa Timur
Aktivitas nelayan di perairan Malang Selatan saat BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi.

MALANG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Juanda mengimbau masyarakat pesisir, khususnya di wilayah Malang Selatan, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi di perairan Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan.

BMKG Juanda memprakirakan kondisi cuaca maritim berpotensi memicu gelombang tinggi pada Minggu (5/4/2026) mulai pukul 07.00 WIB dan berlangsung selama 24 jam. Sejumlah wilayah yang terdampak meliputi Laut Jawa bagian timur, Selat Madura, hingga perairan selatan Jawa Timur.

Di perairan selatan Jawa Timur, BMKG mencatat potensi hujan ringan dengan angin dominan bertiup dari arah timur. Kecepatan angin mencapai hingga 23 knot atau sekitar 43 kilometer per jam, dengan tinggi gelombang berkisar antara 0,8 hingga 1,6 meter.

BMKG juga memperkirakan peningkatan gelombang laut terjadi hingga Senin (6/4/2026) pagi. Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 5 hingga 24 knot, yang berpotensi mendorong tinggi gelombang mencapai 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah wilayah perairan.

Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain perairan Malang Selatan, Blitar, Lumajang, Trenggalek, hingga Pacitan. Kondisi ini berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan tradisional.

BMKG mengingatkan nelayan agar memperhatikan batas aman pelayaran. Perahu nelayan berisiko mengalami gangguan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang menghadapi risiko saat angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang menyentuh 2,5 meter.

Sebelumnya, BMKG Stasiun Klimatologi Karangploso Malang juga menyampaikan bahwa wilayah Jawa Timur saat ini memasuki puncak musim hujan pada awal April 2026. Kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh anomali atmosfer yang dapat memicu cuaca ekstrem di sejumlah wilayah.

Ikuti Kami Juga Google Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *