FALIHMEDIA.COM | PAMEKASAN – Banjir rob masih terus melanda kawasan pesisir selatan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, hingga Jumat (27/6/2025). Fenomena alam ini mulai terjadi sejak Minggu, 23 Juni 2025, dan terus berlangsung hingga saat ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pemantauan langsung ke berbagai lokasi terdampak, termasuk kawasan wisata di sepanjang pesisir selatan.
“Tercatat ada empat kecamatan terdampak cukup signifikan, yakni Larangan, Galis, Pademawu, dan Tlanakan,” ujar Dhofir.
Beberapa kawasan wisata yang terkena dampak banjir rob antara lain Pantai Talang Siring di Kecamatan Larangan, Pantai Jumiang di Kecamatan Pademawu, dan Pantai Dermaga di Tlanakan. Gelombang laut yang tinggi menyebabkan air meluap ke daratan, meskipun sejauh ini kerusakan yang terjadi masih dalam kategori ringan dan bisa diperbaiki.
“Kami telah mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area pantai, terutama saat pagi hingga siang hari, demi keselamatan,” tambah Dhofir.
BPBD juga masih menunggu laporan dari wilayah utara Pamekasan, meskipun hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengenai dampak banjir rob di kawasan tersebut.
Berdasarkan informasi dari BMKG, puncak banjir rob diprediksi terjadi hingga 28 Juni 2025, dengan ketinggian gelombang laut bisa mencapai dua meter.
Kapolsek Pademawu, Iptu Sutikno, juga menghimbau pengelola wisata untuk tidak mengizinkan pengunjung mandi atau berada di tepi pantai.
“Demi keamanan bersama, semua aktivitas wisata pantai sementara dihentikan sampai kondisi kembali normal,” tegasnya.
Pihak kepolisian bersama BPBD akan terus memantau perkembangan situasi di wilayah pesisir untuk mencegah kemungkinan adanya korban jiwa akibat kelalaian atau kurangnya kewaspadaan.














